kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gaikindo sampaikan respek untuk IIMS 2015


Rabu, 19 Agustus 2015 / 15:23 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, 20-30 Agustus 2015, tidak lagi berhubungan dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Meskipun demikian, Gaikindo selaku induk organisasi kendaraan bermotor di Tanah Air, tetap menaruh hormat atas perhelatan ini.

Pada pembukaan IIMS 2015, Rabu (19/8), Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan, tidak ada persoalan dengan pameran otomotif mana pun karena semuanya memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan industri kendaraan bermotor di Indonesia.

"Kalau ditanya Gaikindo pamerannya apa, kami sudah ada GIIAS. Tentu kami welcome dengan siapa saja yang bikin pameran, tidak ada masalah. Kami menghormati dan respek terhadap semua pameran," ucap Jongkie.

Stimulus

Lebih jauh, Jongkie berharap, semakin banyaknya pameran mampu mendongkrak penjualan mobil nasional yang sedang lesu dan belum ada tanda-tanda untuk kembali normal seperti periode yang sama tahun lalu.

"Kami berharap demikian (kenaikan penjualan berkat pameran), seperti kita tahu, Juli lalu penjualan sekitar 55.000 unit. Masyarakat mendapat banyak pilihan dengan banyak pameran," ujar Jongkie.

Belum lama ini, Gaikindo merevisi target penjualan mobil di Indonesia menjadi 950.000 hingga 1 juta unit. Itu adalah revisi kedua setelah sebelumnya target diturunkan dari 1,2 juta unit menjadi 1,1 juta unit. (Erwin Hutapea)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×