kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Gandeng Tiga Perusahaan Jepang dan PTPN, PGN Garap Proyek Biomethane


Kamis, 09 Maret 2023 / 16:49 WIB
Gandeng Tiga Perusahaan Jepang dan PTPN, PGN Garap Proyek Biomethane


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menggandeng tiga perusahaan Jepang dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) untuk menggarap proyek energi bersih biomethane.

Adapun, tiga perusahaan tersebut yakni  Osaka Gas Co., Ltd (DAIGAS), JGC Holding Corporation (JGC), INPEX Corporation (INPEX). Nantinya, sumber limbah minyak kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) untuk biomethane dambil dari PTPN.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan menjelaskan, dalam penandatanganan kerjasama, PGN, DAIGAS, JGC, INPEX dan PTPN sepakat melakukan studi pengolahan menjadi biomethane POME atau biogas yang disupply dari PTPN.  PTPN memiliki portofolio dalam bidang pengelolaan, pengolahan, dan pemasaran hasil perkebunan yang berfokus pada kelapa sawit dan karet.

Baca Juga: PGN Jalankan Roadmap Konversi BBG untuk Sektor Transportasi

“Pada proyek biomethane dari POME ini, PGN berpartisipasi mendukung hubungan G to G di negara-negara Asia untuk memastikan keamanan suplai dan keterjangkauan energi di masa transisi energi untuk mencapai target karbon netral. Sejalan dengan kesiapan PGN untuk mengembangkan biomethane yang pemanfaatannya setara dengan gas bumi bagi berbagai sektor,” ujar Heru dalam siaran pers, Rabu (8/3).

Heru melanjutkan, biomethane bakal didistribusikan dengan jaringan pipa maupun non pipa gas bumi PGN Group. Kerjasama ini diklaim akan sangat membantu dalam akselerasi pengembangan Biomethane di Indonesia. 

Dengan portofolio PTPN dalam pengolahan minyak kelapa sawit, kajian dapat diperdalam pada pabrik kelapa sawit dan pabrik pengolahan POME, sebagaimana yang diperlukan untuk fasilitas produsi Bio-CNG turunan POME dan pembuatan kredit karbon atau biosertifikat.

Melalui kerjasama ini, dapat dilakukan pengukuran terhadap Chemical Oxygen (COD) POME dari pabrik minyak kelapa sawit untuk memperhitungkan risiko penurunan produksi bio-metana tahunan, sehingga dapat diantisipasi.

Baca Juga: Dorong Penghematan Subsidi, Pemerintah Targetkan Pembangunan 1 Juta Jargas Per Tahun

Selain kerja sama ini, PGN juga membuka peluang untuk bekerja sama dengan badan usaha lain yang bergerak di pengolahan kelapa sawit untuk meningkatkan kapasitas produksi yang dibutuhkan pasar.

Heru mengungkapkan, biomethane sebagai salah satu energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan, dapat menggantikan bahan bakar minyak yang berasal dari fosil. 

"Limbah pabrik kelapa sawit atau POME mengandung bahan yang menghasilkan emisi metana cukup tinggi. Maka PGN bersama mitra berkomitmen mengoptimalkan kerja sama ini untuk mengubah POME menjadi bio energi, agar dapat menambah pasokan energi bersih secara berkelanjutan,” pungkas Heru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×