kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

PGN Jalankan Roadmap Konversi BBG untuk Sektor Transportasi


Selasa, 21 Februari 2023 / 18:56 WIB
PGN Jalankan Roadmap Konversi BBG untuk Sektor Transportasi
ILUSTRASI. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mulai melaksanakan pilot project roadmap konversi Bahan Bakar Gas (BBG) untuk berbagai moda transportasi. KONTAN/Baihaki


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mulai melaksanakan pilot project roadmap konversi Bahan Bakar Gas (BBG) untuk berbagai moda transportasi.

Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia Muhammad Hardiansyah mengungkapkan, Subholding Gas Pertamina mencoba memberikan alternatif energi gas bumi untuk transportasi sebagai pelengkap energi yang sudah ada. 

"BBM tetap ada, ke depannya juga EV. Kemudian transisi energi BBM ke menuju energi baru terbarukan membutuhkan waktu, di situlah peran Subholding Gas untuk mengisi transisi tersebut," ujar Hardiansyah dalam siaran pers, Selasa (21/2).

Baca Juga: PGN Dorong Pemanfaatan BBG Lewat Ajang IIMS 2023

Adapun, implementasi BBG dinilai menjadi alternatif energi yang ramah lingkungan dan ekonomis, karena pasokan gas bumi yang cukup melimpah bersumber dari dalam negeri. Kelebihan BBG yang ekonomis dapat memberikan penghematan biaya bahan bakar hingga 30%. 

Hardiansyah melanjutkan, harga BBG ditetapkan oleh Kementerian ESDM yaitu Rp 4.500 per Liter Setara Premium (LSP). 

"Di manapun pengisiannya di seluruh Indonesia, harganya tetap sama. Saat ini ada 50 titik pengisian BBG dan akan bertambah, karena kami sedang mengupayakan untuk  mengaktivasi 34 SPBG," jelas Hardiansyah.

Saat ini, salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pilot project konversi BBG untuk sepeda motor.

Hardiansyah menjelaskan, hampir semua kendaraan dapat dikonversikan ke BBG menerapkan sistem Diesel Dual Fuel – DDF atau bahan bakar ganda selain diesel (BBM dan Gas). 

Gas bumi untuk sepeda motor ditampung dalam dua tabung dengan total kapasitas 2,5 LSP dan mampu menempuh jarak hingga 100 KM. Tabung gas untuk sepeda motor berbahan baja yang kuat dan tahan lama. Masa pakai tabung bisa sampai 20 tahun dan telah berstandar internasional ISO 11439. Dengan demikian, gas bumi untuk sepeda motor aman untuk digunakan.

Sama halnya dengan konversi gas pada kendaraan logistik dan sepeda motor, konversi BBG untuk kendaraan penumpang roda empat juga memberikan efisiensi. Pada kendaraan ini, efisiensi yang didapatkan sebesar 55% atau setara dengan Rp 30 juta per tahun. Per unit kendaraan, volume pemakaian gas sebesar 15 liter per hari.

“Konversi BBG yang sudah dilakukan yaitu pada kendaraan logistik pengangkut BBM milik Pertamina dengan sistem dual fuel. Efisiensi biaya yang didapatkan sampai dengan 54 persen dan pengurangan emisi 20 persen. Pemasangan converter dilakukan di SPBG atau MRU,” jelas Hardiansyah.

Baca Juga: Eks Dirut PGN Buka Suara Soal Sengketa Pajak Saka Energi

Dari sisi komposisi, gas bumi adalah metana yang beroktan tinggi dan rendah emisi, menjadikan emisi BBG sebagai bahan bakar yang rendah emisi hingga 20%. Hal ini membuat tarikan lebih mantap dan tenaga kendaraan lebih besar.

"Kita punya potensi, cadangan gas bumi masih banyak. Namun diutilisasi maksimal untuk transportasi. Saatnya Holding Migas Pertamina melalui Subholding Gas Pertamina bisa memberikan kontribusi complementary dengan alternatif lain yaitu gas bumi untuk transportasi," pungkas Hardiansyah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×