kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

GAPKI Dorong Penguatan Industri Sawit


Minggu, 09 Agustus 2026 / 15:39 WIB
GAPKI Dorong Penguatan Industri Sawit
ILUSTRASI. GAPKI Cabang Kalimantan Timur menggelar 9th Borneo Forum 2026 di Balikpapan pada 5-8 Agustus 2026 (Dok.GAPKI)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kelapa sawit Indonesia dinilai perlu terus memperkuat ketahanan, inovasi, dan transformasi agar tetap kompetitif dan mampu menghadapi perubahan ekonomi, teknologi, serta tuntutan keberlanjutan. 

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan industri kelapa sawit telah terbukti tangguh menghadapi berbagai krisis, mulai dari krisis moneter 1998, krisis keuangan global 2008–2009, hingga pandemi COVID-19.

Menurutnya, sektor sawit tetap menjadi salah satu penopang ekonomi nasional karena menghasilkan devisa besar dan mampu menyerap tenaga kerja. “Saat pandemi, devisa sawit mencapai sekitar US$ 39,2 miliar. Di tengah banyaknya PHK di berbagai sektor, industri sawit bahkan masih membuka lapangan kerja baru,” kata Eddy dalam keterangannya dikutip Minggu (9/8/2026).

Eddy menilai peningkatan produktivitas petani plasma dan swadaya perlu menjadi prioritas agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar minyak sawit dunia.

Baca Juga: GAPKI Dorong Produktivitas dan Hilirisasi Demi Genjot Daya Saing Industri Sawit

Salah satu upaya yang didorong GAPKI adalah percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan dukungan BPDP. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kebun rakyat melalui penggunaan benih unggul, teknologi, dan pendampingan berkelanjutan.

Untuk membahas tantangan dan peluang industri kelapa sawit nasional di tengah perubahan ekonomi, teknologi, serta tuntutan keberlanjutan, GAPKI Cabang Kalimantan Timur menggelar 9th Borneo Forum 2026 di Balikpapan pada 5-8 Agustus lalu. 

Ketua GAPKI Kalimantan Timur Rachmat Perdana Angga mengatakan Borneo Forum diharapkan dapat memperkuat peran Kalimantan Timur dalam pengembangan industri sawit nasional.

Dia bilang, forum ini menjadi wadah bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk bertukar gagasan dan membangun kolaborasi. “Melalui kolaborasi, GAPKI berharap industri sawit Indonesia semakin kuat dalam menghadapi tantangan nasional maupun global,” kata Rachmat 

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menegaskan bahwa masa depan industri kelapa sawit perlu ditopang oleh tiga hal, yaitu ketahanan menghadapi perubahan, inovasi, dan transformasi.

Baca Juga: Menyasar Pelajar, Gapki Mendorong Pemahaman Peran Sawit bagi Ekonomi Daerah

Ia bilang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pengembangan industri hilir kelapa sawit untuk meningkatkan nilai tambah, menarik investasi, mengembangkan industri turunan, serta memperluas manfaat bagi masyarakat.

GAPKI mencatat produksi CPO sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton atau meningkat 7,26% secara tahunan. Sementara total produksi CPO dan PKO (palm kernel oil) tercatat 56,55 juta ton atau naik 7,18%.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume ekspor CPO dan turunannya pada Januari–Februari 2026 mencapai 4,54 juta ton, naik dari 3,33 juta ton di periode yang sama tahin sebelumnya. Nilainya mencapai US$ 4,69 miliar atau melonjak 26,4 secara tahunan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×