kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Gapkotindo Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai


Rabu, 10 Agustus 2022 / 21:40 WIB
Gapkotindo Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai
ILUSTRASI. Perajin tempe menunjukkan kacang kedelai. Gapkotindo Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Beberapa negara banyak yang mengalami ancaman krisis pangan imbas dari adanya perubahan iklim dan juga geopolitik global yang tidak menentu, termasuk Indonesia.

Bahkan ada tren negara-negara produsen mulai pelit atau melakukan hambatan ekspor ke negara-negara lain. Hal ini diduga demi menjaga stabilitas pangan negaranya sendiri di tengah ketidakpastian global.

Seperti diketahui Indonesia merupakan negara yang belum bebas dari impor termasuk impor kedelai.

Menurut Ketua Umum Gakoptindo, Aip Syarifuddin, saat ini stok kedelai impor masih tercukupi untuk kebutan industri hingga tiga bulan ke depan. Namun karena adanya krisis energi yang membuat BBM naik berimbas ke harga kedelai.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Strategi Subtitusi Komoditi Pangan Impor

“Kalau stoknya masih ada dan aman tidak mengalami krisis stok. Mungkin yang masuk ke dalam krisis pangan adalah komoditi yang terhambat impor karena perang Ukraina dan Rusia misalnya gandum,” jelas Aip pada Kontan.co.id Rabu Malam (10/8).

Lebih lanjut, Aip menerangkan, penyebab harga kedelai naik selain harga BBM karena adanya kenaikan harga sewa kapal dan sewa container.

Menurutnya hingga saat ini harga kedelai sudah mencapai Rp 12.000 per kg padahal kata dia pada tahun 2021 harga kedelai masih berada di level Rp 8.000 per kg.

Baca Juga: Protes ke Kemendag, Perajin Tahu Tempe Gusar Kedelai Impor Kualitas Rendah Beredar

Namun kata Aib, meski harga kedelai terus merangkak naik, tidak ada alasan bagi industri di Indonesia tidak membeli, karena stok kedelai lokal hanya mencapai 10%  dari kebutuhan konsumsi kedelai di Indonesia.

“Jadi 90 persenya di cukupi dari impor itu sekitar 3 juta ton lebih,” jelas Aip.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×