kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.535   35,00   0,20%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gapmmi memperkirakan industri makanan dan minuman akan naikkan harga 3%-5%


Senin, 14 Januari 2019 / 17:23 WIB


Reporter: Lita Febriani | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbagai hambatan seperti nilai tukar mata uang dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah, kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan rencana penghapusan BBM subsidi membuat para emiten makanan dan minuman (Mamin) harus mengkaji ulang harga produknya.

Pengkajian harga akan dilakukan selama bulan Januari 2019. Para emiten akan melihat bagaimana pengaruh faktor-faktor di atas dalam menentukan harga. "Ini semua menjadi pertimbangan kita untuk meriview harga apakah kita harus naik atau tidak. Makanya di Januari ini benar-benar harus menghitung," ungkap Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman kepada Kontan.co.id, Jakarta, Senin (14/1).

Kenaikan harga diperkirakan antara 3% hingga 5%. Kenaikan harga dikarenakan industri Mamin berpengaruh pada inflasi. "Kalau misal jadi kenaikan perkiraan saya tidak besar maksimum 3%-5% karena memang sensitif ya mamin ini. Apalagi ngaruhnya ke inflasi dan sebagainya cukup besar," tambah Adhi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×