kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Garap pasar bawah, Sharp optimistis tumbuh 15%


Senin, 22 Februari 2016 / 11:02 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Hendra Gunawan

SUBANG. Di tengah sulitnya industri elektronik yang ditandai dengan tutupnya beberapa pabrik elektronik di Indonesia, PT Sharp Electronics Indonesia optimistis bisa naik 15% di tahun 2016. Pada 2015, Sharp mengklaim menguasai pangsa pasar elektronik 19,3%.

"Kami optimistis tumbuh 115% atau naik 15% dibanding pertumbuhan 2015. Bila kami pesimistis ini tidak baik untuk iklim investasi di Indonesia karena sudah banyak yang pergi," ujar National Sales General Manager PT Sharp Electronics Indonesia Andry Adi Utomo, Sabtu (20/2).

Menurutnya, dari Oktober 2015 hingga Januari 2016 tren penjualan Sharp mengalami kenaikan setelah sebelumnya mengalami fase terburuk di September 2015. "Sampai Januari 2015 masih baik. Market share kami 19,3%. Total  nilai industri elektornik sebesar Rp 43 triliun," ujarnya.

Ia menilai, hal itu dikarenakan keberhasilan strategi Sharp untuk menyasar kelas middle dan upper middle.  "Di sini kami melihat Indonesia adalah emerging country di mana banyak masyarakat yang beralih dari low class ke middle dan ke upper middle," jelasnya.

Melihat hal itu, tahun ini Sharp bakal menggarap produk untuk kalangan middle class ke atas (middle up) yang jumlahnya sekitar 140,9 juta jiwa atau 52,7% dari total penduduk di Indonesia. "Syukur alhamdulillah, kompetitor Korea kita sudah tidak bermain di pasar middle," katanya.

Adapun untuk kontribusi penjualan terbanyak diperoleh dari lemari es sebanyak 30%, 25% LED TV, selanjutnya AC, mesin cuci, dan gadget lainnya. "Permasalahan kita ada pada daya beli tetapi seharusnya ini lebih baik daripada tahun lalu. 2016 ini adalah starting point," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×