kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Garap proyek Jambaran-Tiung Biru, Pertamina EP Cepu diganjar penghargaan dari PFI


Sabtu, 29 Februari 2020 / 21:21 WIB
ILUSTRASI. Pemboran sumur migas Pertamina EP-Cepu di Jambaran Tiung Biru, Rabu (18/12)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

Proyek JTB ini ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional, dengan produksi gas yang akan didistribusikan melalui Pipa Gas Gresik-Semarang milik Pertagas untuk konsumsi dalam negeri.

"JTB akan memiliki kapasitas produksi 330 MMSCFD (raw gas) dengan sales gas sebesar 192 MMSCFD," ungkap Whisnu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/2).

Baca Juga: Pertamina EP targetkan produksi minyak 85 ribu bopd di 2020

Whisnu menjelaskan, lingkup pekerjaan Proyek Gas JTB ini meliputi Pembebasan Lahan dan Early Civil Work (ECW) yang juga telah selesai dilaksanakan.

Adapun lingkup pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung adalah pemboran 6 sumur gas yang dilaksanakan oleh Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) yang merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina (Persero).

Selain itu juga sedang dibangun Gas Processing Facilities (GPF) yang dilaksanakan oleh Konsorsium PT Rekayasa Industri, PT. JGC Indonesia, dan JGC Corporation. "Proyek Gas JTB ini dijadwalkan selesai pada tahun 2021," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×