kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Garuda Indonesia (GIAA) Optimistis Peningkatan Penumpang Tahun Ini Lebih dari 200%


Minggu, 26 Februari 2023 / 15:43 WIB
Garuda Indonesia (GIAA) Optimistis Peningkatan Penumpang Tahun Ini Lebih dari 200%
ILUSTRASI. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyampaikan optimisme peningkatan penumpang mencapai di atas 200% tahun ini. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyampaikan optimisme peningkatan penumpang mencapai di atas 200% tahun ini.

Direktur Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menuturkan hal ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya minat dan permintaan masyarakat akan bepergian khususnya ke destinasi internasional.

"Dibandingkan dengan tahun sebelumnya kami memproyeksikan peningkatan penumpang di atas 200%. Jumlah peningkatan ini salah satunya ditunjang oleh proyeksi pergerakan aktivitas kunjungan turis mancanegara ke Indonesia," papar Irfan kepada Kontan, Sabtu (25/2).

Baca Juga: Awal Maret, Garuda Indonesia (GIAA) Operasikan Penerbangan Manado-Narita PP

Lebih jauh, Irfan juga memberikan tanggapan mengenai harga tiket destinasi luar negeri saat ini sedang murah. Sebagai contoh, tiket pesawat ke Thailand biasanya bisa Rp 3 juta sekali jalan, sekarang hanya sekitar Rp 1,7 juta hingga Rp 2 juta saja.

Irfan mengatakan bahwa harga tiket internasional tentunya ditetapkan secara proporsional khususnya dari sisi suplai dan permintaan (supply & demand) masyarakat serta berbagai value layanan yang ditawarkan kepada penumpang.

Menurut dia, komposisi penerapan harga tersebut juga turut Garuda Indonesia selaraskan dengan harga tiket rute penerbangan domestik. Lebih lanjut, adanya pilihan harga tiket penerbangan internasional yang murah juga salah satunya ditunjang oleh berbagai aktivitas promosional penawaran promo tiket yang terus Garuda Indonesia lakukan secara intensif, khususnya melalui berbagai penawaran added value yang ditawarkan melalui bank partner maupun kanal promosional lainnya.

"Hal ini yang kami optimalkan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan pariwisata nasional di mana berbagai program promo menarik yang kami tawarkan khususnya pada rute-rute inbound turut dilakukan guna menarik para wisatawan mancanegara untuk berwisata ke Indonesia," urai dia.

Ia melanjutkan, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan internasional terus mengalami peningkatan, terutama sejak aturan karantina dihapuskan dan perbatasan antarnegara sudah dibuka.

Irfan mencatat, permintaan penumpang saat ini sudah melonjak lebih dari 70% dibandingkan dengan semester I tahun lalu. Lebih lanjut, sejalan dengan bentuk komitmen Garuda Indonesia terhadap layanan kepada penumpang, kapasitas seat yang disediakan untuk perjalanan Internasional pun diupayakan dan mulai ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan armada yang saat ini terus dimaksimalkan.

 

"Hingga saat ini Singapura masih menduduki negara paling favorit untuk tujuan wisata. Selain Singapura, Saudi Arabia juga menjadi salah satu destinasi pilihan Utama sebagai negara tujuan perjalanan ibadah umrah," ujar Irfan.

Menilik kinerja perseroan, per 30 September 2022, GIAA mencatatkan pendapatan usaha US$ 1,5 miliar atau naik 60,34% secara tahunan. Dari sisi bottom line, Garuda Indonesia berhasil mencetak laba sejumlah US$ 3,96 miliar.

Kalau dicermati kenaikan laba periode berjalan GIAA ini ditopang oleh pendapatan usaha lainnya yang mencapai US$ 4,27 miliar. Sedangkan beban usaha perseroan mencapai US$ 1,85 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×