kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.751   7,00   0,04%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Garudafood Putra Putri Jaya (GOOD) Jaga Pertumbuhan Dobel Digit di Tahun 2026


Selasa, 25 Agustus 2026 / 13:35 WIB
Garudafood Putra Putri Jaya (GOOD) Jaga Pertumbuhan Dobel Digit di Tahun 2026
ILUSTRASI. Penjualan GOOD (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan kinerja dua digit sampai akhir tahun nanti.

Optimisme tersebut didorong oleh realisasi kinerja positif di paruh pertama tahun ini. GOOD mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 7,26 triliun, meningkat 20,20% dibandingkan Rp 6,04 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan penjualan ini diikuti dengan peningkatan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 4,92% menjadi Rp 270,38 miliar. 

Baca Juga: Garudafood Putra Putri Jaya (GOOD) Bidik Kinerja Stabil di Tengah Tekanan Inflasi

Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood Dian Astriana  mengatakan secara keseluruhan, perusahaan optimistis dapat menjaga stabilitas kinerja di tengah tantangan makroekonomi yang masih membayangi hingga penghujung tahun.

“Untuk target pertumbuhan penjualan, kami tetap mempertahankan proyeksi laju pertumbuhan dobel digit di sepanjang tahun 2026,” ungkap Dian, kepada KONTAN, Senin (24/8/2026).

Ia melanjutkan, keyakinan ini didukung oleh realisasi kinerja pada paruh pertama tahun ini yang telah melampaui laju pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu.

Pencapaian tersebut mencerminkan momentum positif yang diharapkan dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2026.

Di sisi lain, GOOD juga  tetap mencermati sejumlah faktor risiko utama yang berpotensi memengaruhi pencapaian target, mulai dari inflasi hingga kenaikan biaya bahan baku.

Baca Juga: Garudafood (GOOD) Cetak Kenaikan Penjualan 20,20%, Laba Tembus Rp 270 Miliar

“Seperti inflasi dan nilai tukar uang yang berdampak pada daya beli konsumen serta tekanan pada kelangkaan bahan baku serta kenaikan biaya bahan baku sebagai faktor risiko utama,” ujarnya.

Pertumbuhan kinerja Garudafood di sepanjang periode enam bulan pertama 2026 salah satunya didukung oleh oleh permintaan masyarakat yang kuat.

Hal ini tercermin dari respons positif konsumen terhadap berbagai produk perseroan, khususnya kategori minuman, susu, keju, snack, serta kontribusi yang solid dari kategori lainnya.

Di samping itu, penguatan aktivasi promosi yang relevan dengan kebutuhan konsumen juga dilakukan untuk memaksimalkan penjualan periode tersebut.

Baca Juga: Genjot Produksi, Garudafood (GOOD) Siapkan Capex Lebih dari Rp 600 Miliar pada 2026

“Kombinasi antara consumer-focused initiatives dan operational excellence menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×