kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Genjot Kinerja pada Paruh Kedua Tahun 2023, Begini Strategi Sido Muncul (SIDO)


Kamis, 27 Juli 2023 / 19:21 WIB
Genjot Kinerja pada Paruh Kedua Tahun 2023, Begini Strategi Sido Muncul (SIDO)
ILUSTRASI. Petugas menata produk dalam negeri berupa jamu dalam kemasan prduksi Sido Muncul saat Indonesia Brand Forum (IBF) di Jakarta, Rabu (20/5). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/20/05/2015


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) memproyeksikan tren pertumbuhan bisnis bakal berlanjut di paruh kedua tahun 2023. Beberapa strategi pun disiapkan oleh Manajemen untuk memanfaatkan potensi tersebut di sisa tahun ini. 

Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat memaparkan, ada tiga pilar pertumbuhan bisnis SIDO di tahun ini, mulai dari penjualan ekspor, pengembangan bisnis B2B dari anak perusahaan, PT Semarang Herbal Indoplant (SHI) serta pemerataan distribusi produk. 

Menurut David, salah satu faktor pendorong kenaikan penjualan SIDO di paruh pertama adalah pemerataan distribusi khususnya untuk produk-produk lama. 

“Diharapkan berikutnya penjualan produk baru atau variasi baru seperti Alangsari Cool, dan berbagai varian baru suplemen akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan,” ungkap David, saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (26/7). 

Baca Juga: Pemerataan Distribusi Jadi Pendorong Kinerja Sido Muncul (SIDO) pada Semester I

Untuk menjaga pertumbuhan yang konsisten, penambahan produk baru secara rutin juga tetap terus dilakukan oleh SIDO.  SIDO sendiri sudah merilis dua produk anyar selama tahun 2023 ini, yakni obat maag tablet dan Suplemen Herbal. 

Sido Muncul juga disebut David terus berupaya mengembangkan penjualan B2B lewat PT SHI. Namun sayang, dia tak memerinci lebih detail terkait rencana pengembangan tersebut.

Pada tahun ini SIDO menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 197 miliar. Sampai saat ini, realisasi capex belum mencapai 40%. 

“Capex digunakan untuk pembelian peralatan produksi,peralatan laboratorium/R&D dan penyelesaian project greenhouse,” tuturnya. 

Diketahui, dengan dibangunnya green house ini dinilai menunjang kestabilan harga dan pasokan bahan baku herbal SIDO ke depan.

Baca Juga: Sreeya Sewu Indonesia (SIPD) Buka Peluang Ekspor Produk Usai Pabrik Baru Beroperasi

Penjualan SIDO terpantau naik tipis 2,58% year on year (YoY) menjadi Rp 1,65 triliun selama semester I-2023. Pada periode yang sama tahun 2022, angka penjualan tercatat senilai Rp 1,61 triliun. 

Hingga akhir Juni 2023 laba bersih SIDO naik tipis menjadi Rp 448,10 miliar. Sebelumnya laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SIDO tercatat Rp 445,59 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×