kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Genjot penjual, Bentoel tambah biaya promosi


Minggu, 21 Mei 2017 / 21:51 WIB


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Untuk merebut pangsa pasar, emiten rokok berlomba-lomba memperkuat merek yang mereka pasarkan. Salah satunya PT Bentoel Internasional Investama Tbk.

Jason Fitzgerald Murphy, Presiden Direktur PT Bentoel Internasional Investama Tbk mengatakan tahun lalu pihaknya telah meluncurkan produk Lucky Strike Mild dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan. Hal ini tentunya meningkatkan portfolio produk perusahaan yang juga punya produk Dunhill.

"Tentunya kita mau efisiensi tapi promosi termasuk bagian dari investasi," kata Jason dalam paparan publik perseroan, Jumat (19/5).

Dalam laporan keuangan kuartal I-2017, beban penjualan perseroan memang naik menjadi Rp 382,33 miliar atau naik 13,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 337,42 miliar

Jason mengatakan, dalam lima tahun terakhir Bentoel Group sudah menginvestasikan Rp 19 triliun untuk pengembangan bisnisnya di Indonesia. Baik itu dalam pengembangan produk maupun pengembangan pabrik untuk meningkatkan ekspor tahun lalu.

"Tahun ini tetap ada investasi baik itu untuk pengembangan merek, produk maupun dalam sumber daya manusia kami," kata Jason.

Sayangnya, emiten berkode dagang RMBA di Bursa Efek Indonesia ini belum mau membeberkan investasi maupun target bisnsinya tahun ini.

Yang jelas, saat ini Bentoel punya pabrik di Malang Jawa Timur, dan telah bermitra dengan petani tembakau di Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk memastikan ketersediaan bahan baku.

"Tantangan bisnis masih melambatnya laju perekonomian dan berkurangnya daya beli masyarakat," kata Jason.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×