kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Genjot penjualan, Indofarma luncurkan 15 obat baru


Minggu, 18 Maret 2012 / 15:53 WIB
Genjot penjualan, Indofarma luncurkan 15 obat baru
ILUSTRASI. Preview Attack on Titan Season 4 episode 14, para pengikut Yaeger menangkap Hanji


Reporter: Lili Sunardi | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Indofarma Tbk (INAF) berusaha mencapai pertumbuhan penjualan sebesar 35% dari pencapaian tahun lalu. Untuk itu, produsen obat tersebut berencana meningkatkan produksi obat non generik di sepanjang 2012.

Manajer Produksi INAF Kosasih menuturkan, perusahaan pelat merah tersebut akan mengeluarkan 15 produk obat baru di 2012. Delapan di antaranya adalah obat non generik atau bermerek (branded), sementara tujuh sisanya merupakan obat generik berlogo, yang selama ini menjadi fokus produksi INAF.

Produk obat generik yang akan diluncurkan INAF di 2012 adalah, antidiabet, tiga jenis sefalosporin injeksi, dua jenis infus, dan satu produk obat batuk. Sedangkan untuk obat branded, INAF akan mengeluarkan obat osteoporosis, dua jenis sefalosporin injeksi, satu jenis antioksidan, dua jenis obat OTC untuk anak, suplemen dan tambahan vitamin untuk makanan.

"Kedepan, kami akan coba terus kembangkan produk non generik, karena kami ingin pertumbuhan dan mendapatkan margin yang lebih baik. Margin dari obat generik kan sangat terbatas," katanya di Jakarta, Minggu (18/3).

Menurutnya, selama ini, pertumbuhan penjualan Indofarma hanya sekitar 17% setiap tahun. Dengan pengembangan obat non generik diharapkan pertumbuhan penjualan INAF di 2012 bisa mencapai 35% dibanding tahun 2011, dengan nilai penjualan mencapai Rp 1,2 triliun.

Kosasih memperkirakan, penjualan obat generik akan tumbuh sebanyak 300% seiring diberlakukannya Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). "Lima tahun mendatang, penjualan obat generik akan meningkat tiga kali lipat seiring diberlakukannya BPJS atau mencapai sekitar Rp 4 triliun pada 2012," katanya.

Untuk mendongkrak penjualan, INAF sebelumnya telah berencana membangun pabrik obat generik di Cibitung, Jawa Barat pada akhir semester pertama di 2012. Pabrik yang diperkirakan menelan biaya Rp 300 miliar tersebut, diharapkan mampu memproduksi hingga 2 miliar tablet per tahun.

Dana pembangunan pabrik baru tersebut, rencananya akan diperoleh dari penerbitan saham terbatas (rights issue) yang akan dilakukan holding BUMN farmasi ini. Namun, jika ternyata holding tersebut belum akan melakukan aksi korporasi di tahun ini, maka perseroan memutuskan untuk menerbitkan obligasi senilai Rp 300 miliar.

Selain itu, rencana berger INAF dengan PT Kimia Farma Tbk juga akan dimanfaatkan INAF untuk memperlancar distribusi produk Indofarma. Pasalnya, Kimia Farma memang memiliki jaringan penjualan yang relatif kuat melalui anak usahanya, PT Kimia Farma Trading & Distribusi, serta PT Kimia Farma Apotek yang telah memiliki 406 gerai apotik di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×