kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.608   -231,81   -3,97%
  • KOMPAS100 739   -32,83   -4,26%
  • LQ45 560   -21,15   -3,64%
  • ISSI 195   -8,26   -4,06%
  • IDX30 317   -11,57   -3,52%
  • IDXHIDIV20 393   -14,06   -3,46%
  • IDX80 84   -3,27   -3,74%
  • IDXV30 107   -4,42   -3,97%
  • IDXQ30 102   -3,70   -3,49%

Gihon (GHON) Targetkan 1.820 Tenancy di 2026, Siapkan Belanja Modal Rp 150 Miliar


Jumat, 05 Juni 2026 / 14:57 WIB
Gihon (GHON) Targetkan 1.820 Tenancy di 2026, Siapkan Belanja Modal Rp 150 Miliar
ILUSTRASI. PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) (Dok/GHON)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) melanjutkan ekspansi tenancy atau penyewaan menara pada tahun ini, baik melalui skema build to suit (B2S) maupun kolokasi. Hingga akhir 2026, perusahaan menargetkan total tenancy mencapai 1.820 atau bertambah 115 tenancy dari realisasi tahun 2025.

Direktur Gihon Telekomunikasi Indonesia, Yoyong mengatakan target tersebut terdiri dari 1.090 B2S dan 730 kolokasi pada akhir tahun ini. Sebagai perbandingan, pada akhir 2025 GHON membukukan 1.021 B2S dan 684 kolokasi, sehingga total tenancy mencapai 1.705.

"Dengan demikian, pada 2026, kami menargetkan ada kenaikan sebesar 6,7%," jelasnya dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Modernland Perkuat Komitmen Keberlanjutan

Untuk mencapai target tersebut, GHON menyiapkan beberapa strategi. Direktur Utama Gihon Telekomunikasi Indonesia, Rudolf Parningotan Nainggolan menjelaskan, perusahaan akan menjaga performa keuangan tetap sehat dengan efisiensi dalam setiap kegiatan perusahaan baik di pusat maupun lapangan.

Perusahaan, kata Rudolf, juga akan tetap menjaga hubungan yang baik dengan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah, sekaligus mempererat kerja sama dengan operator telekomunikasi guna mendukung pengembangan bisnis.

Selain itu, Rudolf mengatakan pihaknya terus memperkuat portofolionya di tengah berbagai tantangan industri. Selain ketidakpastian ekonomi, tren konsolidasi operator telekomunikasi juga menjadi perhatian perusahaan. "Kita melihat, dari 10 operator saat ini menjadi tiga operator dan dua fixed wireless access (FWA) operator," katanya.

Namun, Rudolf menyoroti tren konsolidasi tidak serta-merta menghambat pertumbuhan bisnis perusahaan. Meski kehilangan sejumlah site akibat merger operator, GHON mendulang untung dari pertumbuhan kontrak baru seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital.

Menurutnya, pengembangan layanan FWA yang didorong pemerintah membuka peluang bagi penyedia menara seperti GHON. Pertumbuhan layanan tersebut berpotensi meningkatkan jumlah tenancy yang pada akhirnya mendukung peningkatan pendapatan perusahaan.

Tahun ini, GHON mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 150 miliar untuk pembangunan menara. Tapi, langkah ekspansi yang dilakukan perusahaan lebih prudent dibanding tahun lalu di tengah ketidakpastian geopolitik, pelemahan kurs rupiah, dan kenaikan biaya bahan baku. 

Baca Juga: PTBSI dan Infor Dorong Transformasi Digital Manufaktur Lewat Cloud ERP

"Terjadi peningkatan harga yang cukup signifikan dari pembelian raw material. Seperti fiber optik materialnya sudah naik kurang lebih 2,5 kali hingga 3 kali lipat. Material dari galvanis juga ada yang impor sehingga harga material menara meningkat," ujar Rudolf.

Karena itu, perusahaan mematok target kinerja keuangan yang lebih realistis tahun ini. Yoyong menambahkan, target GHON ialah mengantongi pendapatan sebesar Rp 208,32 miliar atau turun 1,4% year on year (yoy) dari raihan tahun lalu di level Rp 211,31 miliar. Sementara itu, EBITDA dibidik dapat mencapai Rp 167,64 miliar tahun ini, juga turun 3,6% yoy dari Rp 173,74 miliar pada tahun 2025.

"Target ini karena kita memperhitungkan impact dari merger antara XL Axiata dan Smartfren. Walaupun, nanti aktualnya kita tetap berusaha bisa lebih baik dari tahun 2025," jelas Yoyong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×