Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT SIG Combibloc Indonesia (SIG) menilai, tren konsumsi minuman bernutrisi akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan melihat meningkatnya perhatian konsumen terhadap kesehatan, membuka peluang lahirnya berbagai kategori produk baru.
Director Commercial Southeast Asia, Japan & Korea SIG, Noer Wellington mengatakan, tren tersebut telah lebih dahulu berkembang di sejumlah negara seperti Korea Selatan, China, dan Vietnam.
Menurut dia, produk-produk premium nutrition, minuman tinggi protein, hingga minuman dengan tambahan partikel menjadi kategori yang semakin diminati konsumen.
“Kalau di Korea sekarang protein. Terus juga kesehatan. Tapi mungkin kalau trend yang akan beberapa tahun ke depan protein kayaknya akan mulai banyak. Nutritional product. Terutama protein,” ujar Noer dalam media roundtable, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Prospek Industri Minuman Kemasan Masih Positif hingga Akhir 2026, Ini Pemicunya
Ia menjelaskan, perubahan tren tersebut mendorong SIG menghadirkan teknologi SIG Drinksplus, yaitu sistem pengemasan aseptik yang memungkinkan produsen memasukkan partikel ke dalam minuman, seperti nata de coco, jelly, potongan buah, gandum, maupun bahan lainnya.
Menurut Noer, inovasi tersebut bertujuan menghadirkan pengalaman konsumsi yang berbeda karena konsumen kini tidak hanya mencari rasa, tetapi juga sensasi saat menikmati minuman.
“Sekarang pertanyaannya what’s next. Bukan hanya memberikan experience dari rasa, tapi juga sensory di mulutnya. Jadi ada partikel di dalamnya,” katanya.
Teknologi tersebut telah digunakan untuk peluncuran produk susu Diamond dengan potongan nata de coco, yang disebut sebagai produk kemasan karton aseptik pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi tersebut.
Baca Juga: Industri Mamin Diproyeksi Tumbuh 7% pada 2026, Dibayangi Tekanan Energi & Logistik
Noer mengatakan inovasi itu merupakan hasil diskusi antara SIG dan pelanggan mengenai tren yang berkembang di pasar global.
“Biasanya kita diskusi dengan customer. Ini yang kita punya di luar negeri, apakah ada yang cocok dengan Indonesia. Jadi inovasi itu bisa dari customer, bisa juga dari kita, tapi biasanya melalui banyak diskusi,” ujarnya.
Selain menghadirkan inovasi produk, teknologi tersebut juga memungkinkan pelanggan mengembangkan kategori baru tanpa harus membeli mesin pengisian baru. Produsen cukup menambahkan Drinkplus Kit pada mesin yang sudah dimiliki.
Menurut Noer, fleksibilitas tersebut menjadi salah satu nilai tambah bagi pelanggan karena memungkinkan mereka merespons perubahan tren pasar dengan investasi yang relatif lebih efisien.
Baca Juga: Industri Mamin Optimistis Tumbuh 7% Meski Dibayangi Tekanan Biaya Produksi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
