kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.865   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.409   -40,44   -0,63%
  • KOMPAS100 827   -3,28   -0,40%
  • LQ45 630   -1,33   -0,21%
  • ISSI 225   -2,37   -1,05%
  • IDX30 352   -0,26   -0,07%
  • IDXHIDIV20 429   0,10   0,02%
  • IDX80 94   -0,38   -0,40%
  • IDXV30 119   -0,29   -0,24%
  • IDXQ30 112   -0,16   -0,15%

GMF Perluas Bisnis MRO Pertahanan, Bidik Peluang Jadi Hercules Service Center


Rabu, 19 Agustus 2026 / 15:01 WIB
GMF Perluas Bisnis MRO Pertahanan, Bidik Peluang Jadi Hercules Service Center
ILUSTRASI. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF memperluas bisnis maintenance, repair and overhaul (MRO) ke sektor pertahanan.

Langkah ini ditandai dengan rampungnya modernisasi pesawat Hercules C-130H milik TNI Angkatan Udara dengan tail number A-1319.

Pesawat tersebut resmi diserahterimakan GMF kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pada Rabu (19/8/2026) di Hanggar 4 GMF, Tangerang, Banten.

Baca Juga: Baja RI Menghadapi Tiga Lapis Hambatan Dagang Global, Ini Rinciannya

Serah terima dilakukan oleh Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi dan disaksikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Bagi GMF, penyelesaian proyek ini bukan hanya terkait modernisasi armada TNI AU, tetapi juga menjadi pijakan untuk mengembangkan bisnis MRO pertahanan di dalam negeri.

GMF bahkan melihat peluang untuk mengembangkan kapabilitasnya menjadi Hercules Service Center sehingga dapat menangani lebih banyak armada C-130 di masa mendatang.

Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi mengatakan, proyek A-1319 memperkuat kompetensi engineering perseroan dalam menangani pekerjaan dengan tingkat kompleksitas dan standar keamanan tinggi.

"Melalui program ini, kami tidak hanya memastikan pesawat kembali memenuhi persyaratan kelaikan dan kesiapan operasional, tetapi juga terus memperkuat kompetensi engineering dan kapabilitas GMF untuk menangani proyek-proyek dengan tingkat kompleksitas dan keamanan yang tinggi seperti modernisasi C-130 Hercules," ujar Andi, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Ada Rute DAMRI ke Bandara, Metland Punya Jurus Baru Genjot Traffic Grand Metropolitan

Perluas Portofolio MRO

Modernisasi A-1319 merupakan proyek kedua yang dikerjakan GMF untuk pesawat C-130H. Sebelumnya, GMF menyelesaikan program Center Wing Box Replacement (CWBR) untuk pesawat A-1315 yang diserahterimakan kepada Kemenhan dan TNI AU pada 2023.

Namun, cakupan pekerjaan A-1319 lebih luas. Proyek tersebut meliputi penggantian Center Wing Box (CWB), Avionic Upgrade Program (AUP) serta Structural Integrity Program (SIP).

Dari sisi struktur, penggantian Center Wing Box ditujukan untuk menjaga integritas struktur utama pesawat sekaligus memperpanjang usia operasional A-1319 sekitar 15-20 tahun.

Sementara itu, melalui AUP, sistem avionik pesawat diperbarui menjadi sistem digital yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan operasional.

Adapun SIP dilakukan untuk memastikan struktur pesawat tetap memenuhi standar keselamatan dan kelaikan terbang.

GMF menyebut A-1319 menjadi pesawat prototipe pertama yang menjalani rangkaian modifikasi tersebut di luar fasilitas Lockheed Martin. Setelah modernisasi rampung, pesawat menjalani uji terbang bersama pilot dan awak TNI AU.

Para awak uji sebelumnya mengikuti pelatihan Initial Conversion Avionics Flight 2 System di Tampa, Florida, Amerika Serikat.

Baca Juga: Bahlil Evaluasi Aturan Berbelit Geothermal, Harus Ada Kolaborasi Regulator &Pengusaha

Bidik Bisnis MRO Alutsista

Pengembangan kapabilitas MRO pertahanan GMF juga didukung program offset industri pertahanan yang diterima perseroan sebagai industri binaan Kemenhan.

Program tersebut mencakup transfer teknologi dari Lockheed Martin untuk pengerjaan CWBR dan AUP pada pesawat C-130H.

Dalam pengerjaannya, GMF berkoordinasi dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Lockheed Martin, TNI AU dan Kemenhan.

Proses modernisasi A-1319 juga mengacu pada standar yang ditetapkan Indonesia Defence Airworthiness Authority (IDAA) Puslaik Kemhan melalui serangkaian proses sertifikasi kelaikan.

Pengembangan kapabilitas ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis GMF di luar pasar MRO pesawat komersial.

Dengan masuk lebih dalam ke segmen pesawat militer, perseroan berpeluang memperluas basis pelanggan sekaligus mengembangkan sumber pendapatan baru.

Baca Juga: Ekspor Minyak Atsiri Indonesia Capai US$ 348,7 Juta pada 2025

"Keberhasilan menyelesaikan A-1319 merupakan hasil kolaborasi dan kepercayaan antara GMF, TNI AU, Kementerian Pertahanan, Lockheed Martin, PT Dirgantara Indonesia, serta seluruh pihak yang terlibat," kata Andi.

GMF selanjutnya akan terus mengembangkan kompetensi dan kapabilitas untuk menyediakan layanan pemeliharaan serta modernisasi armada pertahanan di dalam negeri.

Di sisi lain, kemampuan mengerjakan modernisasi C-130H juga berpotensi membantu Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pemeliharaan pesawat militer di luar negeri, sekaligus membuka peluang bagi GMF untuk mengambil porsi lebih besar dalam rantai pasok industri MRO pertahanan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×