kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

DRMA Ekspansi Bisnis ke BESS, Bidik Peluang dari Ekosistem Kendaraan Listrik


Minggu, 09 Agustus 2026 / 12:57 WIB
DRMA Ekspansi Bisnis ke BESS, Bidik Peluang dari Ekosistem Kendaraan Listrik
ILUSTRASI. Ekosistem Kendaraan Listrik (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mulai memperluas pengembangan bisnisnya ke sektor penyimpanan energi melalui produk Battery Energy Storage System (BESS). 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan mengembangkan ekosistem bisnis kelistrikan di tengah pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia.

DRMA memperkenalkan produk All-in-One BESS dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Sistem penyimpanan energi tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan listrik di sektor rumah tangga, komersial, maupun industri, termasuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik.

Baca Juga: Kemenpar: 259 Akomodasi Tak Berizin Sudah Dihapus dari Platform OTA per Agustus 2026

Presiden Direktur DRMA Irianto Santoso mengatakan, pengembangan BESS diarahkan sebagai solusi penyimpanan energi yang dapat mendukung kebutuhan kelistrikan sekaligus terhubung dengan sumber energi surya.

"Didesain sebagai solusi penyimpanan energi yang dapat diandalkan, efisien dan berkelanjutan, BESS diproduksi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di perumahan, perbelanjaan, maupun industri. Terlebih untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan kendaraan listrik," kata Irianto di Jakarta, Sabtu (9/8/2026).

Produk BESS yang diperkenalkan DRMA memiliki kemampuan untuk terhubung dengan tenaga surya. Perusahaan ini juga menyebut sistem tersebut dirancang agar mudah dipasang dan memiliki daya tahan penggunaan.

Bagi DRMA, pengembangan BESS tidak semata berkaitan dengan kendaraan listrik. Perseroan melihat teknologi penyimpanan energi dapat menjadi bagian dari pengembangan bisnis kelistrikan yang lebih luas.

DRMA menilai BESS dapat berfungsi sebagai backup power sekaligus mendukung keandalan sistem kelistrikan dan pemanfaatan energi terbarukan. 

Pengembangan tersebut juga diharapkan membuka peluang penguatan industri manufaktur dalam negeri, termasuk melalui peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan rantai pasok nasional.

Irianto mengatakan perusahaan melihat adanya potensi peran BESS dalam perkembangan ekosistem kendaraan listrik ke depan.

"Melihat bahwa BESS akan memiliki peran untuk ekosistem kendaraan listrik di masa depan," ujar dia.

Baca Juga: Kemenpar Tertibkan Sistem Online Travel Agent Asing, Akomodasi Ilegal Bisa Ditindak

Pengembangan bisnis tersebut sekaligus memperluas posisi DRMA yang selama ini bergerak di industri komponen otomotif untuk sepeda motor dan mobil. Perseroan merupakan holding company Dharma Group yang telah masuk dalam rantai pasok otomotif nasional.

Selain mengembangkan produk untuk kendaraan listrik, Dharma Group juga menyebut tengah melakukan digitalisasi pada rantai proses bisnis serta mengembangkan dan memproduksi komponen dan parts kendaraan listrik di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×