kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Gojek perdalam penetrasi ke luar negeri pada tahun 2020


Jumat, 15 November 2019 / 16:44 WIB
Gojek perdalam penetrasi ke luar negeri pada tahun 2020
ILUSTRASI. Ilustrasi gojek logo baru, Jakarta (9/9). KONTAN/Panji Indra

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JIMBARAN, BALI. Gojek, perusahaan teknologi yang bergerak di jasa angkutan, membeberkan rencana memperdalam penetrasi ekspansi di luar negeri.

Raditya Wibowo, Head of Online Transport Service Gojek mengatakan sampai saat ini, pihaknya telah beroperasi di Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Filipina.

Baca Juga: Pada 2020, Gojek fokus maksimalkan Gopay dan Go-ride Instan

Pihaknya menanggapi reaksi masyarakat Malaysia, yang sempat dianggap tidak menerima keberadaan Gojek. Raditya menganggap, Malaysia memang menjadi sebuah tantangan baru bagi pihaknya.

"Untuk membawa model bisnis transportasi roda dua ke luar negeri memang banyak bersentuhan dengan local nuance. Di Malaysia, memang ojek bukan menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat," ujar Raditya, Jumat (15/11).

Sementara di Vietnam, di mana Gojek beroperasi dengan nama Go-Viet, bisnis ojek online diterima dan berkembang baik karena adanya kesamaan budaya seperti halnya di Indonesia.

Baca Juga: Apa yang membuat Indonesia kalah molek dari Vietnam dan Thailand?

Sementara di Thailand, lanjut Raditya, layanan Go-Food atau layanan pengiriman makanan berkembang cukup bagus karena adanya budaya street food di masyarakat lokal.

"Sementara di Indonesia, bisnis food delivery juga secara tidak langsung menghapus penghalang untuk membuat food marchant. Siapapun bisa testing produknya tanpa harus bangun tempat usaha di daerah dengan traffic ramai dan transaksi yang tinggi," lanjutnya.

Senada, di Vietnam pula, pasar makanan menjadi lebih luas sejak Go-Food menyediakan pilihan makanan lebih luas. Menurut Raditya, sebelumnya layanan pengantaran makanan di Vietnam hanya digunakan untuk minuman bobba.

Baca Juga: Nujek sudah menggandeng hingga 100.000 pengguna

Sedangkan di Singapura, Gojek masih mempertahankan GoCar saja, sampai ke depannya."Kami lihat kesempatan dan tujuan menyelesaikan masalah itu dulu, apa kira-kira kebutuhannya. Untuk ekspansi ke negara lainnya, kami juga masih dalam kajian," kata Raditya.




TERBARU

Close [X]
×