kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.884   -16,00   -0,09%
  • IDX 7.995   60,15   0,76%
  • KOMPAS100 1.128   11,02   0,99%
  • LQ45 818   2,35   0,29%
  • ISSI 282   4,49   1,62%
  • IDX30 426   -0,37   -0,09%
  • IDXHIDIV20 512   -3,30   -0,64%
  • IDX80 126   0,89   0,71%
  • IDXV30 139   0,12   0,09%
  • IDXQ30 138   -0,67   -0,48%

GPEI: Pelemahan Rupiah Jadi Momentum Eksportir Perbanyak Volume


Minggu, 28 September 2025 / 18:57 WIB
GPEI: Pelemahan Rupiah Jadi Momentum Eksportir Perbanyak Volume
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah yang bergerak fluktuatif sejak awal tahun membuka peluang bagi eksportir meningkatkan volume. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah yang bergerak fluktuatif sejak awal tahun membuka peluang bagi eksportir.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah tercatat melemah 3,32% secara year-to-date (ytd) per Jumat (26/9/2025), ke level Rp 16.775 per dolar AS.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, mengatakan pelemahan rupiah memang memberikan sedikit keuntungan (windfall) bagi pelaku ekspor.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Berpotensi Tekan PMI Manufaktur dan Picu Inflasi

“Selagi harga ekspor lebih kompetitif, maka strategi yang bisa dilakukan adalah memperbanyak volume ekspor," ujar Benny kepada Kontan, Minggu (28/9/2025).

Meski begitu, Benny menegaskan belum dapat menghitung seberapa besar dampak pelemahan rupiah terhadap peningkatan penerimaan ekspor. Ia juga mengingatkan bahwa pelemahan rupiah tetap harus diwaspadai. 

Baca Juga: Ekonom Sebut Pelemahan Rupiah Tekan Inflasi Terselubung dan Melemahkan PMI Manufaktur

“Yang harus diperhatikan adalah kenaikan komponen rupiah dan biaya produksi serta jasa dalam negeri," jelasnya.

Lebih lanjut, Benny menilai fluktuasi nilai tukar masih dapat ditoleransi sepanjang perubahannya tidak lebih dari 10%.

Selanjutnya: BNI Dukung Dana Lestari ITB Lewat wondr ITB Ultra Marathon 2025

Menarik Dibaca: Nasi Bebek Ibu Chotijeh, Antrean Panjang di Pasar Baru Sejak 2016

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×