Reporter: Hervin Jumar | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grab menggandeng produsen otomotif China, Guangzhou Automobile Group (GAC), untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Asia Tenggara. Melalui kemitraan strategis ini, Grab menyiapkan penyediaan tahap awal hingga 20.000 unit mobil listrik guna memperkuat armada ride-hailing di enam negara, termasuk Indonesia.
Grab menilai kerja sama ini bukan hanya sekadar menambah jumlah armada EV, melainkan juga memperdalam integrasi teknologi antara aplikasi ride-hailing dan sistem kendaraan. Aplikasi mitra pengemudi Grab akan terhubung langsung dengan intelligent cockpit system GAC, memungkinkan pengemudi mengakses navigasi, peta area permintaan tinggi, hingga peringatan keselamatan secara real time dari layar kendaraan.
Chief Product Officer Grab, Philipp Kandal, mengatakan integrasi tersebut dirancang untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi kerja mitra pengemudi.
“Dengan mengintegrasikan aplikasi mitra pengemudi Grab langsung ke layar kokpit GAC, mitra pengemudi dapat menerima data penting seperti navigasi presisi dan peringatan keselamatan secara lebih ergonomis,” kata Philipp dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Gunakan BYD Denza D9, Grab Luncurkan Layanan GrabExecutive untuk Pasar Premium
Pada tahap awal, Grab dan GAC akan menghadirkan tiga model EV GAC, yakni AION Y, AION ES, dan AION V di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Vietnam serta Thailand. K
Ketiga model tersebut dirancang untuk kebutuhan operasional ride-hailing profesional, dengan kabin luas, fitur keselamatan tinggi, dan efisiensi jarak tempuh.
Kemitraan ini juga menjadi strategi GAC untuk memperluas penetrasi kendaraan listriknya di Asia Tenggara dengan memanfaatkan jaringan Grab yang menjangkau jutaan pengguna. Dari sisi Grab, kerja sama ini membuka lebih banyak opsi kepemilikan EV bagi mitra pengemudi, baik melalui skema sewa armada maupun pembiayaan.
Baca Juga: Grab Naikkan Standar Layanan, Ada Ganti Rugi Rp 3,3 Juta Jika Telat Antar ke Bandara
Langkah Grab sejalan dengan pertumbuhan pesat pasar EV kawasan. Laporan Global EV Outlook 2025 International Energy Agency, mencatat penjualan kendaraan listrik di Asia Tenggara meningkat hampir 50% sepanjang 2024. Grab menargetkan transisi mitra pengemudi ke kendaraan rendah atau nol emisi sebagai bagian dari strategi mencapai netralitas karbon pada 2040.
Di Indonesia, Grab telah mengoperasikan lebih dari 11.000 kendaraan listrik sejak 2019 di berbagai kota. Seiring kemitraan strategis dengan GAC, Grab memastikan jumlah dan cakupan armada kendaraan listrik di Tanah Air akan terus bertambah.
Baca Juga: Grab Luncurkan Gercep, Kanal Darurat untuk Jaga Keselamatan Mitra Pengemudi
Selanjutnya: Danantara Alihkan Saham Emiten BUMN ke BP BUMN, Simak Rekomendasinya
Menarik Dibaca: Ternyata Ini Penyebab dan Faktor Risiko Serangan Jantung yang Penting Diketahui
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













