kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Grab Luncurkan Gercep, Kanal Darurat untuk Jaga Keselamatan Mitra Pengemudi


Minggu, 31 Agustus 2025 / 21:18 WIB
Grab Luncurkan Gercep, Kanal Darurat untuk Jaga Keselamatan Mitra Pengemudi
ILUSTRASI. Grab Indonesia resmi meluncurkan program darurat Grab Respon Cepat (Gercep) untuk memperkuat perlindungan bagi mitra pengemudi.


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grab Indonesia resmi meluncurkan program darurat Grab Respon Cepat (Gercep) untuk memperkuat perlindungan bagi mitra pengemudi.

Program ini dirancang untuk menjamin keselamatan, keamanan, serta keberlangsungan penghasilan driver di tengah meningkatnya dinamika sosial akibat gelombang aksi unjuk rasa beberapa hari terakhir.

Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia, Neneng Goenadi menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan mitra selalu menjadi prioritas utama Grab.

Karena itu, perusahaan menghadirkan Gercep sebagai kanal khusus bantuan darurat yang mulai berlaku 2 September 2025 mendatang.

“Dalam kondisi yang penuh tantangan ini, Grab mengambil langkah darurat terstruktur untuk memperkuat keamanan ekosistem, dan tentunya mitra pengemudi kami," ujar Neneng dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Jakarta, Minggu (31/8/2025).

Neneng menjelaskan, sebelum peluncuran Gercep, Grab Indonesia sebenarnya telah memiliki Satgas Incident Response Team (IRT) yang berfokus menangani situasi darurat dan menjaga keselamatan mitra. 

Baca Juga: Grab Dukung Startup Bidang Ekonomi Sirkular dan Energi Terbarukan Lewat GVV

Namun, agar penanganan laporan lebih terarah, fungsi Gercep dipisahkan dari IRT sehingga kanal baru ini dapat bekerja lebih spesifik dan optimal dalam merespons kebutuhan mitra.

Neneng menjelaskan, terdapat tiga kanal utama yang bisa diakses mitra melalui Gercep, yaitu:

  1. Saluran Telepon Darurat Khusus di nomor 021-2350-7032, dengan target respons maksimal 30 detik. Jalur ini didukung oleh spesialis tanggap darurat yang siaga 24 jam setiap hari.
  2. Help Centre “Bantuan Tanggap Darurat” berupa laman khusus di aplikasi GrabDriver, dengan formulir pelaporan gratis dan target respons kurang dari 30 menit.
  3. Layanan Live Chat Help Centre, yakni fitur obrolan instan dengan antrean khusus dan respon maksimal 30 detik, memungkinkan mitra langsung terhubung dengan spesialis tanggap darurat.

Lewat Gercep, mitra juga mendapat dukungan tambahan yang menyeluruh.

Grab menyediakan bantuan medis dan psikologis, termasuk layanan konseling serta perlindungan asuransi perjalanan yang berlaku bagi pengemudi maupun penumpang yang terdampak. 

Baca Juga: Pendapatan Grab Lampaui Ekspektasi, Pasar Indonesia Jadi Andalan

Dari sisi operasional, perusahaan memberikan kemudahan berupa mekanisme insentif yang lebih fleksibel meski terjadi pembatalan order dalam jumlah tinggi. 

Selain itu, Grab menyiapkan pendampingan hukum dan koordinasi dengan aparat berwenang untuk memastikan hak-hak mitra terlindungi serta proses berjalan adil. 

Tidak hanya itu, mitra juga akan menerima notifikasi wilayah rawan dan pendampingan lapangan sehingga tetap merasa aman saat bertugas.

Selain itu, Grab memperkenalkan fitur “Traktir Driver” di GrabFood.

Melalui fitur ini, konsumen dapat membeli menu khusus untuk mendukung pengemudi yang tetap bekerja di tengah kondisi sulit.

Sejumlah brand kuliner, termasuk Hangry Group, telah bergabung dalam program ini.

“Grab hadir bukan hanya sebagai perusahaan, tetapi sebagai keluarga besar yang selalu berjalan bersama mitra, baik di saat suka maupun duka. Gercep adalah bentuk aksi nyata kami, agar mitra benar-benar merasa didengar, dilindungi, dan tidak sendirian menghadapi masa sulit,” tegas Neneng.

Baca Juga: Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Ojol Sebesar 8%-15%, Begini Respons Grab

Selanjutnya: PMI Manufaktur Tiongkok Kontraksi di Agustus 2025

Menarik Dibaca: Ini KA Jarak Jauh yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara hingga 2 September

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×