Reporter: Hervin Jumar | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga telur ayam ras dan ayam hidup (broiler) di tingkat peternak mulai menunjukkan tren pemulihan setelah sempat tertekan dalam beberapa bulan terakhir.
Pemerintah menilai pemulihan harga penting untuk menjaga keberlanjutan produksi unggas nasional di tengah kondisi Indonesia yang masih mencatat surplus telur dan daging ayam.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pemerintah berupaya menjaga harga di tingkat peternak tetap berada pada level yang wajar agar pelaku usaha tidak menghentikan produksi.
"Sekarang harga sudah mulai naik. Ini memang harus pemerintah lakukan karena kita negara produsen. Jangan sampai harga di tingkat peternak jatuh terlalu dalam. Nanti mereka tidak mau berproduksi, masa kita harus impor," ujar Ketut di Pasar Tebet Timur, Jakarta, dikutip dari keterangan pers, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Sekolah Kembali Aktif, Bapanas Sebut MBG Mulai Dongkrak Harga Ayam dan Telur Peternak
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Bapanas, produksi telur ayam ras selama Januari–Juli 2026 diperkirakan mencapai 4,17 juta ton, lebih tinggi dari kebutuhan nasional sekitar 3,8 juta ton. Sementara produksi daging ayam ras diperkirakan mencapai 2,93 juta ton, melampaui kebutuhan sebesar 2,34 juta ton.
Meski demikian, tekanan harga sempat membebani peternak. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan indeks harga yang diterima peternak unggas terus melemah sejak Maret 2026, dari 138,19 menjadi 127,23 pada Juni 2026 atau turun 10,96 poin.
Level tersebut menjadi yang terendah kedua sepanjang tahun ini setelah Januari yang berada di posisi 127,19.
Ketut menyebut anjloknya harga dipengaruhi turunnya permintaan akibat bulan Suro dan penghentian sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kemarin ada dua masalahnya, bulan Suro dan libur MBG sehingga demand menurun. Sekarang permintaan mulai meningkat sehingga harga berangsur naik," katanya.
Baca Juga: Bapanas Dorong Pelaku Usaha Terapkan Standar Keamanan Pangan dari Hulu
Data Bapanas per 21 Juli 2026 menunjukkan harga telur ayam ras di tingkat peternak naik 3,15% dalam sepekan menjadi Rp 23.676 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 22.952 per kg. Sementara harga ayam broiler hidup meningkat 2,68% menjadi Rp 22.477 per kg dari Rp 21.891 per kg pada pekan sebelumnya.
Meski harga di tingkat peternak mulai naik, Bapanas menyebut harga telur dan daging ayam di tingkat konsumen masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP), sehingga kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar.
"Kenaikan harga memang dapat memberi andil terhadap inflasi, tetapi harus dilihat secara utuh. Tugas pemerintah menjaga keseimbangan agar harga tidak terlalu tinggi bagi konsumen, tetapi juga tidak terlalu rendah sehingga peternak tetap terlindungi," ujar Ketut.
Sebelumnya, komoditas unggas turut menjadi penyumbang deflasi. Data BPS mencatat telur ayam ras mengalami deflasi 4,29% pada April 2026 yang membesar menjadi 5,14% pada Mei.
Adapun daging ayam ras mencatat deflasi 6,20% pada April dan 3,83% pada Mei.
Untuk mempercepat pemulihan harga, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyerap telur dan daging ayam peternak melalui Program MBG.
"Kami sudah mengambil beberapa kebijakan agar peternak telur dan ayam tidak merugi. Kami meminta seluruh pengumpul dan pembeli mengikuti HAP, serta Satgas Pangan di daerah ikut mengawal," kata Amran.
Amran menambahkan koordinasi dengan BGN terus dilakukan agar penyerapan telur peternak berlangsung secara konsisten, sehingga kelebihan pasokan di pasar dapat terserap dan harga di tingkat peternak kembali membaik.
Baca Juga: Harga Ayam-Telur di Peternak Anjlok, Bapanas Beri Subsidi Jagung Pakan 242.000 Ton
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
