kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.962   50,00   0,28%
  • IDX 6.018   -52,85   -0,87%
  • KOMPAS100 777   -7,72   -0,98%
  • LQ45 595   -5,99   -1,00%
  • ISSI 209   -1,75   -0,83%
  • IDX30 330   -3,24   -0,97%
  • IDXHIDIV20 420   -4,28   -1,01%
  • IDX80 89   -0,88   -0,98%
  • IDXV30 114   -0,79   -0,69%
  • IDXQ30 108   -0,80   -0,73%

GrabTaxi lebarkan sayap ke Padang


Kamis, 12 Maret 2015 / 19:15 WIB
ILUSTRASI. Penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dapat dikelola dengan kombinasi modifikasi gaya hidup dan obat-obatan.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Jaringan startup pemesanan taksi, GrabTaxi kini mulai melebarkan sayapnya keluar kawasan Jabodetabek. Berbeda dari pemain lainnya, perusahaan asal Malaysia itu lebih memilih untuk mengembangkan bisnis bukan di lokasi wisata seperti Bali dan Yogyakarta. Dengan alasan tingkat penggunaan telepon pintar yang tinggi, GrabTaxi memutuskan untuk membuka operasi di Padang.

“Padang ini menjadi salah satu test city kita setelah Jabodetabek,” kata Kiki Rizki, Head of Marketing GrabTaxi kemarin (12/3).

Menurut Kiki setelah uji coba peluncuran versi beta pada 2 Maret kemarin, hingga kini ternyata peminatnya cukup banyak. Bahkan kata dia, tanpa promo yang dikeluarkannya pengemudi taksi sudah mendapatkan banyak pelanggan dari kalangan perkantoran. Saat ini GrabTaxi di Padang sudah cukup lumayan.

Dalam kesempatan itu, ia membantah alasan pemilihan kota Padang dilakukan karena mengikuti jejak dua perusahaan taksi besar yang beroperasi di kota tersebut. Kata dia, pada prinsipnya GrabTaxi bekerja sama dengan perusahaan taksi di suatu daerah, tanpa melihat merek tertentu.

“Kita langsung dengan pengemudinya karena merek tertentu tidak menjanjikan sopirnya yang terbaik,” imbuhnya.

Rencananya selain Jabodetabek dan Padang, GrabTaxi juga akan melanjutkan ekspansi ke beberapa kota lain. Sayangnya Kiki masih merahasiakan kota yang dipersiapkannya. Dalam kesempatan itu ia hanya mengatakan karakter kota yang dibidiknya ditentukan dari kebutuhan masyarakat akan taksi dan penetrasi penggunaan telepon pintar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×