CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Gudang penuh, Bulog proyeksi serapan beras di musim panen akan terganggu


Minggu, 17 November 2019 / 13:29 WIB
ILUSTRASI. Pekerja mengangkut beras di Gudang Beras Bulog Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/4/2019). Hingga pertengahan November tahun ini, Bulog masih memiliki stok lebih dari 2 juta ton. ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU/aww.


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Tendi Mahadi

Padahal, berdasarkan surat Menteri Perdagangan, untuk program KPSH ini Bulog diminta menggelontorkan sebanyak 5.000 ton beras per hari.

Bulog juga menyalurkan beras melalui program bantuan pangan nontunai (BPNT). Namun, penyaluran beras BPNT yang melalui Bulog baru sekitar 7% atau sebesar 73.000 ton. Tri pun mengatakan Bulog perlu bekerja keras supaya penyerapan beras di masa panen berikutnya tetap berjalan dengan baik.

Baca Juga: Kadin dorong industrialisasi berbasis agroindustri

Namun, dia juga menjelaskan, regulasi yang mengatur pengeluaran stok cadangan beras pemerintah (CBP) berasal dari pemerintah yakni Kementerian Perdagangan untuk stabilisasi harga dan Kementerian Sosial untuk bantuan bencana alam, sementara sisanya untuk beras komersial Bulog.

Tri berharap terdapat sinkronisasi kebijakan sehingga serapan dan penyaluran beras Bulog berjalan baik. "Yang Bulog Butuhkan adalah harmonisasi dan sinkronisasi kebijakan di hulu dan hilirnya," ujar Tri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×