kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Guncangan rupiah bikin lesu target penjualan motor


Kamis, 30 Januari 2014 / 11:15 WIB
ILUSTRASI. Tentara India beristirahat di sebelah senjata artileri di kamp transit darurat sebelum menuju ke Ladakh, dekat Baltal, tenggara Srinagar, 16 Juni 2020.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tahun 2013 lalu, penjualan nasional motor ditutup dengan angka 7.747.000 unit. Jauh melebihi target awal sebesar 6,7 unit yang kemudian direvisi menjadi 7,5 juta.

Dengan pencapaian 7,747 juta unit itu berarti penjualan motor tumbuh 10 persen. Angka itu di luar perkiraan AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) yang awal tahun lalu mematok pertumbuhan 5-6%.

Meski dihadang kenaikan atau pengetatan uang muka (DP), target penjualan 2013 bisa tercapai berkat didukung suku bunga yang baik, kondisi perekonomian yang kondusif, serta belum naiknya beberapa harga motor.

Bagaimana dengan tahun ini? "Tantangannya semakin berat," sahut Johannes Loman, wakil ketua AISI di Jakarta (9/1). Ia menyebutkan tantangan itu akibat dari dampak semakin melemahnya kurs rupiah, kenaikan bunga bank, harga komoditas belum stabil, serta bakal naiknya harga motor.

Sejumlah kendala ini membuat AISI tak begitu bersemangat mematok angka penjualan tahun ini. "Bisa naik ke 7,8 juta hingga 8 juta unit sudah bagus," sahutnya. Artinya, meski tekanan ekonomi terasa berat masih terbuka peluang untuk jualan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×