kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Guncangan rupiah bikin lesu target penjualan motor


Kamis, 30 Januari 2014 / 11:15 WIB
ILUSTRASI. Tentara India beristirahat di sebelah senjata artileri di kamp transit darurat sebelum menuju ke Ladakh, dekat Baltal, tenggara Srinagar, 16 Juni 2020.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tahun 2013 lalu, penjualan nasional motor ditutup dengan angka 7.747.000 unit. Jauh melebihi target awal sebesar 6,7 unit yang kemudian direvisi menjadi 7,5 juta.

Dengan pencapaian 7,747 juta unit itu berarti penjualan motor tumbuh 10 persen. Angka itu di luar perkiraan AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) yang awal tahun lalu mematok pertumbuhan 5-6%.

Meski dihadang kenaikan atau pengetatan uang muka (DP), target penjualan 2013 bisa tercapai berkat didukung suku bunga yang baik, kondisi perekonomian yang kondusif, serta belum naiknya beberapa harga motor.

Bagaimana dengan tahun ini? "Tantangannya semakin berat," sahut Johannes Loman, wakil ketua AISI di Jakarta (9/1). Ia menyebutkan tantangan itu akibat dari dampak semakin melemahnya kurs rupiah, kenaikan bunga bank, harga komoditas belum stabil, serta bakal naiknya harga motor.

Sejumlah kendala ini membuat AISI tak begitu bersemangat mematok angka penjualan tahun ini. "Bisa naik ke 7,8 juta hingga 8 juta unit sudah bagus," sahutnya. Artinya, meski tekanan ekonomi terasa berat masih terbuka peluang untuk jualan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×