kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

H+4 Lebaran, harga daging sapi masih bertengger di Rp 140.000 per kg


Selasa, 19 Juni 2018 / 17:09 WIB
ILUSTRASI. Penjualan daging sapi


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Empat hari setelah lebaran, harga daging sapi masih terpantau tinggi. Berdasarkan pantauan Kontan.co.id di Pasar Slipi Jaya, harga daging sapi segar masih berkisar Rp 140.000 per kg. Harga ini sudah melonjak sejak H-3 lebaran, dimana sebelumnya harga daging sapi segar masih berkisar Rp 120.000 per kg.

Sementara, di Palmerah, harga daging sapi masih berkisar Rp 120.000 per kg. Salah satu pedagang daging sapi di Palmerah mengaku, tidak ada kenaikan harga karena daging sapi segar tidak bisa bersaing dengan daging sapi beku yang hanya berkisar Rp 80.000 per kg.

Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonedia (APDI), Asnawi membenarkan harga daging sapi segar sudah meningkat sejak tiga hari sebelum lebaran. Dia mengatakan, hal tersebut dikarenakan harga daging di hulu atau tingkat peternak atau feedloter sudah mengalami kenaikan.

"Di tingkat hulu, harga timbang hidupnya sudah meningkat. Di feedloter harga timbang hidupnya naik dari Rp 39.000 - Rp 41.000 menjadi Rp 43.000 per kg. Kalau sapi lokal menjadi Rp 45.000 - Rp 46.000. Sapi Australia dari Rp 39.000 - Rp 41.000 menjadi Rp 42.000 - 43.000, dan sapi eks impor juga dari Rp 43.000 sampai Rp 45.000 per kg," terang Asnawi kepada Kontan.co.id, Selasa (19/6).

Tak hanya di sisi hulu, harga kulit dan harga jeroan pun mengalami penurunan. Harga kulit yang tadinya berkisar Rp 15.000 - Rp 17.000 per kg, turun menjadi Rp 8.000 - Rp 12.000 per kg.

Sementara, harga jeroan menurun dari Rp 7.000 menjadi Rp 5.000 per kg. Adanya penurunan harga ini membuat harga daging harus ditingkatkan.

"Sebenarnya, kalau dari hulu tidak ada kenaikan bobot timbang hidup, di titik tengah tidak menurunkan harga, tidak ada kenaikan. Tetapi saat ini, mau tidak mau dikatrol di harga karkas. Jadi, pedagang bukan mencari kesempatan saat ini. Marginnya juga kecil," jelas Asnawi.

Asnawi memperkirakan, harga daging sapi akan kembali normal pada Senin atau Kamis mendatang. Harga saat ini masih tinggi dikarenakan harga beli pedagang masih di posusu harga jual H-3 lebaran dan masih banyak pedagang yang belum berjualan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×