kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Hadapi Musim Mudik, Biznet Fokus Perkuat Infrastruktur Jaringan


Selasa, 03 Maret 2026 / 22:09 WIB
Hadapi Musim Mudik, Biznet Fokus Perkuat Infrastruktur Jaringan


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyedia layanan internet tetap (fixed broadband), PT Supra Primatama Nusantara atau Biznet, menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi  lonjakan trafik internet selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.​

Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, mengatakan perseroan menyadari bahwa momen Lebaran identik dengan peningkatan aktivitas digital, terutama di kota-kota tujuan mudik. 

“Perihal lebaran, kita tetap juga karena kita sadar bahwa kita di bidang jasa servis, kita juga tetap timnya stand-by juga di lapangan, menjaga infrastruktur akan tetap terhubung,” ujar Adrianto, dalam media gathering, Selasa (3/3/2026). 

Baca Juga: Pertamina Proyeksi Konsumsi Bensin Naik 12% Saat Mudik Lebaran 2026

Lebih jauh dia mengatakan, Biznet akan memastikan tim teknis tetap siaga di lapangan untuk menjaga konektivitas pelanggan agar tetap stabil selama periode libur panjang. 

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan program promosi khusus Idulfitri, termasuk free biaya instalasi.

“Jadi nanti kalau ada yang mau pakai internetnya di kota aja nih, di pas tempat mudik itu tempat internetnya belum pakai Biznet dan cover area Biznet, itu juga ada, nanti akan ada promo juga,” katanya. 

Di sisi lain, fokus utama perusahaan dalam menghadapi periode ini tetap pada kesiapan infrastruktur agar kenyamanan pelanggan bisa tetap terjaga.  

Dari sisi kapasitas, Biznet memastikan kesiapan bandwidth dan perangkat yang digunakan pelanggan. Adrianto menyebut, secara perangkat, layanan yang dikirimkan ke pengguna sudah mendukung hingga 1 gigabit per second (Gbps).

Secara keseluruhan, Biznet tercatat membukukan peningkatan revenue sebesar 30% di sepanjang 2025. Peningkatan ini ditopang utamanya oleh pertumbuhan kebutuhan internet rumah tangga dan usaha kecil. 

Memasuki tahun 2026, pihaknya memproyeksikan porsi penjualan masih akan didominasi oleh sektor B2C. Begitu pun dengan target pertumbuhan revenue, perusahaan mematok peningkatan yang kurang lebih sama dengan tahun 2025. 

Baca Juga: Pemerintah Negosiasi Keluarkan Dua Kapal Pertamina dari Zona Konflik Timur Tengah

Sebagaimana diketahui, saat ini komposisi pendapatan Biznet masih didominasi segmen ritel atau B2C sekitar 70%, sementara B2B memiliki porsi sekitar 30%. B2C sendiri mencakup pelanggan rumah tangga hingga usaha ritel dan industri skala kecil, seperti ruko.

“Jadi memang pergerakan dari sejak pandemi, kalau kita bicara proyeksi itu, dari pandemi itu dari tahun ke tahun top line itu memang makin naik dengan total revenue naik. Cuma total jumlah subscribernya juga yang B2B-nya semakin turun. Jadi lebih banyak di B2C,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×