kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hanson akan menambah lahan baru


Jumat, 24 November 2017 / 11:06 WIB
Hanson akan menambah lahan baru


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan properti, PT Hanson International Tbk, merancang memiliki sejumlah proyek kota mandiri. Oleh karena itu, perusahaan ini akan mencari tambahan landbank atau cadangan lahan untuk memperluas lahan.

Manajemen Hanson tak secara spesifik menyebutkan target penambahan lahan hingga tahun depan. "Secara jumlah tidak ditargetkan, tergantung peluang yang ada saja," kata George Ignasius Ratulangi, Direktur PT Hanson International Tbk di Jakarta, Kamis (23/11).

Yang terang, kini Hanson sudah menguasai sekitar 4.000 hektare (ha) lahan. Seluas 600 ha di antaranya sudah mulai diolah menjadi proyek properti. Target perusahaan ini, lahan selebihnya akan dikembangkan dalam kurun waktu hingga 10 tahun ke depan.

Hanson memiliki lahan tersebut bersama dengan perusahaan lain. Lahan dengan kepemilikan saham Hanson lebih dari 50% atau mayoritas ada di Maja, Banten seluas 3.000 ha. Lokasi lahan lain di Bekasi, Jawa Barat seluas 400 ha dan di Cengkareng seluas sekitar 200 ha.

Sementara lahan dengan kepemilikan saham Hanson di bawah 50% misalnya di Serpong, Banten seluas 700 ha. Termasuk, lahan di Serpong Kencana seluas 46 ha.

Mencari dana IPO

Dalam kesempatan yang sama, Adnan Tabrani, Direktur Independen PT Hanson International Tbk mengatakan, akuisisi lahan Hanson melibatkan para agen yang langsung terjun ke lapangan. Para agen tersebut yang bertugas mengumpulkan lahan-lahan dari masyarakat. "Kami dapatnya dari agen-agen tersebut, " terang Adnan.

Salah satu upaya Hanson mencukupi dana belanja lahan dengan menggelar initial public offering (IPO) PT Armidian Karyatama Tbk. Armidian adalah anak perusahaan yang mereka miliki melalui PT Mandiri Mega Jaya. Pada Juni 2017 lalu, IPO Armidian mendatangkan dana segar sebanyak Rp 491 miliar.

Menurut rencana, 70% duit hasil IPO Armidian untuk memperluas cadangan lahan , Lalu 30% sisanya untuk melunasi utang.

Adapun Armidian dan PT Harvest Time adalah dua anak perusahaan yang menjadi kendaraan Hanson mengembangkan proyek Citra Maja Raya di Maja, Banten. Tak mengerjakan proyek sendiri, Hanson menjalin kerjasama dengan PT Citra Persada, anak perusahaan Ciputra Group.

Sejauh ini, portofolio proyek properti Hanson meliputi Serpong Kencana, Maja I dan Maja II. Total kopral marketing sales atau pendapatan pra penjualan dari ketiga proyek itu sejak dipasarkan mencapai Rp 3,7 triliun. Maja I adalah kontributor terbesar hingga Rp 2,2 triliun.

Benny Tjokro menambah saham baru

RAPAT umum pemegang saham (RUPS) PT Hanson International Tbk (MYRX) pada Kamis, 23 November 2017 kemarin merestui rencana penambahan modal tanpa HMETD (privat placement) sekitar 7,98 miliar saham dengan harga Rp 127 per saham. Benny Tjokrosaputro akan menyerap seluruh saham baru itu.

Hanson akan menyuntikkan duit hasil privat placement kepada PT Mandiri Mega Jaya untuk keperluan belanja lahan. Adnan Tabrani, Direktur Independen PT Hanson International Tbk mengatakan, tahun depan ada proyek baru yakni mixed use Millennium City di Serpong, Banten.

RUPS Hanson juga menetapkan perubahan susunan komisaris dan direksi. Posisi Direktur Utama yang semula dijabat Benny Tjokrosaputro beralih ke Raden Agus Santosa. Adapun I Nyoman Tjager mengundurkan diri dari posisi Komisaris Utama. Sebelumnya pada 20 November 2017, Benny mundur dari jabatan Direktur Utama Armidian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×