Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), melihat peluang pertumbuhan signifikan hingga 2030 seiring percepatan elektrifikasi transportasi di Indonesia.
Pada 2025, VKTR membukukan pendapatan sekitar Rp1,08– Rp1,1 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut ditopang oleh implementasi bus listrik, kendaraan niaga listrik, serta kontribusi stabil dari bisnis komponen otomotif.
Perseroan menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan pasar otomotif nasional karena fokus pada kendaraan komersial yang didukung sektor logistik, infrastruktur, dan industri.
Ke depan VKTR menargetkan pengembangan bus listrik untuk transportasi publik serta truk listrik bagi sektor logistik, pertambangan, konstruksi, dan perkebunan.
Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie sekaligus Komisaris Utama VKTR mengatakan prospek pertumbuhan juga didukung oleh peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penguatan basis manufaktur domestik, serta pembangunan rantai pasok kendaraan listrik yang terintegrasi.
Baca Juga: VKTR Dorong Integrasi Ekosistem Kendaraan Listrik dari Hulu ke Hilir
VKTR telah menjalin kerja sama dengan sejumlah operator transportasi publik seperti TransJakarta, kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta untuk implementasi kendaraan listrik di berbagai kota.
Selain transportasi publik, kendaraan listrik komersial VKTR dinilai berpotensi menurunkan emisi di sektor pertambangan, logistik, konstruksi, perkebunan, dan manufaktur, sekaligus menekan konsumsi BBM serta biaya operasional.
VKTR juga memperluas pemanfaatan ke segmen Waste-to-Energy (WtE), termasuk penyediaan kendaraan listrik untuk pengangkutan sampah perkotaan yang diolah menjadi energi listrik.
Baca Juga: Ketidakpastian Insentif 2026 Berpotensi Tekan Pertumbuhan Kendaraan Listrik
Sejalan dengan itu, perseroan berupaya melengkapi ekosistem kendaraan listrik nasional melalui pengembangan infrastruktur pengisian daya, sistem operasional, komponen kendaraan listrik, hingga potensi industri baterai, sejalan dengan agenda hilirisasi dan target Net Zero Emissions Indonesia 2060.
“Vektor terus menjadi pimpinan, penyedia buat Transjakarta yang mempunyai trayek bus paling besar. Satu-satunya karena mereka pemda dan kedua juga sudah mulai menyediakan kendaraan kompakter buat waste to energy. Baik di IKN maupun di Jakarta dan juga nanti di tempat-tempat yang lain," jelasnya di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Dan juga selanjutnya vektor terus membuat ekosistem daripada kendaraan listrik yang komersil ini.
"Dengan pengalaman kita di Bakrie Autonetwork yang sudah 40 tahun mulai dengan TKD yang 40% menuju ke 80% dan bukan tidak mungkin kita mengkomplitkan ekosistem dengan masuk kepada pengolahan bahan baterai. Karena baterai itu salah satu komponen kendaraan listrik," pungkasnya.
Baca Juga: Ekspansi ke Jateng, VKTR & Karoseri Laksana Uji Bus Listrik di Koridor Trans Semarang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













