kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Harga ayam anjlok, Pinsar desak Presiden Jokowi turun tangan


Senin, 24 Juni 2019 / 23:20 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga ayam ditingkat peternak saat ini sedang anjlok drastis. Bahkan di sejumlah wilayah harga ayam ras (live birth) di harga sekitar Rp 6.000 per kilogram (kg). Harga tersebut jauh di bawah harga acuan pembelian yagn ditetapkan Kementerian Perdagangan (Kemdag).

Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Singgih Januratmoko mengatakan, jatuhnya harga ayam di tingkat peternak lantaran pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan (Kemdag) gagal mengawasi aturan yang ditetapkan.

Padahal, Kemedag melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96 tahun 2018 tentang Harga Baru Acuan Telur Ayam dan Daging Ayam. Dalam beleid tersebut disebutkan harga telur dan daging ayam di tingkat peternak sebesar Rp 18.000 - Rp 20.000 per kilogram (kg).

"Kemdag gagal mengatasi anjloknya harga jual ayam di peternak, sementara harga di pasar tetap tinggi. Akibatnya ratusan peternak mandiri gulung tikar," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (24/6).

Untuk itu, ia mengatakan, peternak memohon agar Presiden (Jokowi) turun tangan. "Karena kalau keadaan seperti terus dibiarkan dapat mengganggu pasokan sumber protein terbesar untuk rakyat Indonesia serta hilangnya pendapatan bagi ribuan peternak unggas," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×