Reporter: Hervin Jumar | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga ayam hidup di tingkat peternak saat ini berada di bawah harga pokok produksi (HPP).
Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) menyebut kondisi tersebut membuat peternak rakyat mengalami kerugian.
Sekretaris Jenderal GOPAN Sugeng Wahyudi mengatakan, harga ayam hidup di kandang saat ini hanya berkisar Rp 22.000-Rp 22.500 per kilogram. Sementara itu, biaya pokok produksi sudah mencapai sekitar Rp 22.700 per kilogram untuk ayam dengan bobot hidup 1,5 kilogram.
“Harga ayam hidup di kandang peternak Rp 22.000 sampai Rp 22.500 per kg. Artinya peternak merugi. Biaya pokoknya di kisaran Rp 22.700 per kg untuk berat ayam 1,5 kg berat hidup,” ujar Sugeng kepada Kontan, Senin (5/10/2026).
Baca Juga: Harga Pakan Ayam Naik, Kementan: 25%-30% Bahan Baku Masih Impor
Tekanan terhadap peternak terjadi karena biaya produksi mengalami kenaikan, sementara harga ayam hidup justru turun.
Sugeng mencatat harga ayam hidup sebelumnya masih berada di sekitar Rp 24.000 per kilogram, tetapi kini turun ke kisaran Rp 22.000 per kilogram.
Kenaikan biaya produksi terutama berasal dari harga pakan dan anak ayam atau day old chick (DOC). Sejak akhir April 2026, harga pakan naik dari sekitar Rp 8.300 menjadi Rp 9.600 per kilogram.
Begitu pula harga DOC yang sebelumnya sekitar Rp 6.500 per ekor kini naik menjadi Rp 7.000 per ekor. Bahkan, di sejumlah tempat harga DOC telah mencapai Rp 8.000 per ekor.
“Dari akhir April 2026 telah terjadi kenaikan harga pakan, yang semula Rp 8.300-an menjadi Rp 9.600-an. Demikian juga harga DOC dari Rp 6.500 naik menjadi Rp 7.000, bahkan ada yang sampai Rp 8.000,” jelas Sugeng.
Menurut Sugeng, kondisi harga ayam hidup yang berada di bawah biaya produksi berpotensi menurunkan partisipasi peternak rakyat dalam usaha budidaya apabila berlangsung berkepanjangan.
“Fluktuasi ini otomatis akan menurunkan partisipasi peternak rakyat untuk berbudidaya, apalagi jika berkepanjangan,” katanya.
Baca Juga: Bapanas Siapkan Subsidi Angkut untuk Stabilkan Harga Daging Ayam
GOPAN berharap untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak, pemerintah harus menjaga harga ayam hidup sesuai harga acuan sebesar Rp 25.000 per kilogram. Sementara harga acuan DOC berada di kisaran Rp 6.500-Rp 7.000 per ekor.
GOPAN juga berharap harga pakan dapat ditekan di bawah Rp 9.000 per kilogram. Sugeng menyebut harga pakan pada awal tahun masih berada di kisaran Rp 8.300-Rp 8.600 per kilogram.
Menurutnya, pemerintah memiliki peran dalam menekan biaya produksi peternak, terutama melalui pengendalian harga bahan baku pakan seperti jagung dan soybean meal (SBM).
“Dua komoditas tersebut merupakan penyusun terbesar pakan ayam,” kata Sugeng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














