kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.753   44,00   0,25%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Harga Ayam Hidup Naik, Apa Penyebabnya?


Senin, 31 Agustus 2026 / 17:11 WIB
Harga Ayam Hidup Naik, Apa Penyebabnya?
ILUSTRASI. Harga ayam hidup (livebird) di tingkat peternak mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga ayam hidup (livebird) di tingkat peternak mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir. 

Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) mencatat, harga ayam hidup saat ini berada di kisaran Rp 24.000-Rp 25.000 per kilogram (kg).

Menurut Sekretaris Jenderal GOPAN Sugeng Wahyudi, harga ayam hidup tersebut naik dibandingkan sebelumnya yang hanya berada di kisaran Rp 13.000-Rp 15.000 per kg.

"Betul terjadi kenaikan harga di kandang. Harga saat ini di kandang Rp 24.000 sampai Rp 25.000 per kg ayam hidup dan ini sudah terjadi sebulan terakhir, setelah sebelumnya harga ayam di kandang menyentuh harga Rp 13.000 sampai Rp 15.000 per kg ayam hidup," kata Sugeng kepada Kontan, Senin (31/8/2026).

Baca Juga: YLKI Apresiasi Aturan Perlindungan Sisa Kuota Internet

Sugeng bilang, kenaikan biaya produksi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong harga ayam hidup di tingkat peternak ikut naik. Biaya input peternakan, terutama pakan dan anak ayam atau day old chick (DOC), saat ini lebih mahal dibandingkan sebelumnya.

Harga pakan dari pabrik, misalnya, kini berada di kisaran Rp 9.500 per kg, naik dari sebelumnya Rp 8.300-Rp 8.500 per kg. Sementara harga DOC mencapai sekitar Rp 8.000 per ekor dari sebelumnya sekitar Rp 6.000 per ekor.

"Di satu sisi tidak terhindarkan kenaikan ayam hidup di kandang, mengingat input atau sarana produksi seperti pakan dan anak ayam. Harga pakan dari pabrik saat ini di kisaran Rp 9.500, sebelumnya Rp 8.300 sampai Rp 8.500 per kg. Harga DOC kisaran Rp 8.000 per ekor, sebelumnya Rp 6.000-an," ujar Sugeng.

Dengan kenaikan biaya tersebut, harga ayam hidup perlu ikut terkerek agar usaha peternak tetap berjalan. Sugeng mengatakan, harga ayam yang sebelumnya berada di Rp 13.000-Rp 15.000 per kg membuat peternak mengalami kerugian. Adapun pada level harga Rp 24.000-Rp  25.000 per kg saat ini, peternak mulai kembali mendapatkan keuntungan.

"Artinya terjadi tren kenaikan dan ini harus diimbangi dengan naiknya ayam hidup. Jika tidak maka keberlangsungan usaha para peternak akan berhenti," imbuhnya.

Meski harga ayam hidup meningkat, GOPAN memperkirakan pergerakan harga memasuki September 2026 masih relatif stabil. Sugeng tidak melihat potensi kenaikan maupun penurunan harga secara ekstrem pada bulan depan.

Menurutnya, kondisi tersebut antara lain ditopang oleh ketersediaan DOC. Sepanjang data produksi dan sebaran DOC yang dilaporkan pelaku pembibitan kepada pemerintah sesuai dengan kondisi di lapangan, pasokan anak ayam dinilai tidak akan memicu gejolak harga yang ekstrem.

"Sampai menjelang awal bulan harga masih relatif stabil. Dilihat dari sediaan anak ayam (DOC), tidak akan terjadi naik dan turun yang ekstrem di bulan September ini, jika data produksi sebaran DOC sesuai yang dilaporkan oleh para pelaku pembibitan kepada pemerintah," kata Sugeng.

Baca Juga: Pengembang EBT Dorong Percepatan Realisasi Proyek Energi Bersih, Begini Stateginya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×