kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Oversupply dan Libur MBG Tekan Harga Ayam Hidup, Peternak Rugi Rp 12.000 per Ekor


Jumat, 03 Juli 2026 / 18:20 WIB
Oversupply dan Libur MBG Tekan Harga Ayam Hidup, Peternak Rugi Rp 12.000 per Ekor
ILUSTRASI. Harga ayam hidup di tingkat peternak terus anjlok di bawah HPP Rp20.000/kg. Akibatnya, peternak merugi besar. (ANTARA FOTO/NIRZA)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga ayam hidup di tingkat peternak disebut masih berada di bawah harga pokok produksi (HPP) Rp 20.000 per kilogram (kg) sejak awal Juni 2026.

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat peternak menanggung kerugian dan mulai menyiasati dampak tekanan beban usaha.

Dia membeberkan, saat ini harga ayam hidup yang berada di kisaran Rp 14.000-Rp 15.000 per kg membuat peternak merugi hingga Rp 12.000 per ekor untuk ayam dengan bobot lebih dari 2 kg di kandang.

"Harga ayam hidup turun karena kelebihan pasok ayam sehingga keseimbangan supply dan demand terganggu, efeknya harga tertekan. Selain itu, libur MBG juga mengurangi permintaan daging ayam," ujarnya kepada Kontan, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Prospek Baja Semester II Menantang, Krakatau Steel Bidik Permintaan Infrastruktur

Menurut Sugeng, tekanan harga ayam hidup masih berlangsung hingga awal Juli 2026. Akibatnya, kata dia, sebagian peternak mulai melakukan sejumlah langkah, baik dengan mengurangi populasi ayam maupun memperpanjang masa kosong kandang atau masa istirahat kandang.

Ia menambahkan, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) sebelumnya telah meminta perusahaan-perusahaan besar mengurangi stok ayam di kandang melalui pemotongan dan penyimpanan sebagai stok.

Baca Juga: Isu PHK Marak, Wamenaker: Minat Investor Berekspansi di Indonesia Masih Besar

"Namun demikian, sampai dengan saat ini langkah tersebut efeknya belum nampak. Harga juga masih jauh di bawah imbauan, apalagi dibandingkan biaya pokok produksi peternak," jelas Sugeng.

Karena itu, sebagai strategi lainnya, GOPAN mengusulkan pemerintah kembali melakukan serapan ayam dari peternak kecil yang terdampak penurunan harga.

"Serapan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai cadangan pangan pemerintah maupun untuk program penanganan stunting bagi masyarakat, seperti dua tahun lalu," tegas Sugeng.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×