kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Harga Bahan Komponen Melonjak, Sharp: Harga Jual Barang Elektronik Bisa Naik 5%


Minggu, 19 April 2026 / 17:08 WIB
Harga Bahan Komponen Melonjak, Sharp: Harga Jual Barang Elektronik Bisa Naik 5%
ILUSTRASI. Harga barang elektronik seperti AC dan TV Sharp sudah naik 3-5%. Waspadai kenaikan bertahap setiap 2 bulan yang akan terus berlanjut. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga bahan-bahan komponen barang elektronik sudah melonjak saat ini, akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Akibatnya, kenaikan harga jual produk ke konsumen tak bisa dihindarkan.

PT Sharp Electronics Indonesia menyatakan bahwa melonjaknya harga bahan komponen memang tak bisa dihindarkan saat ini. Terlebih, ada penyebab lainnya yakni melemahnya nilai tukar rupiah.

"Dengan berat hati kami sudah menaikkan harga untuk semua product category akibat pelemahan rupiah dan kenaikan bahan material," ujar Senior General Manager National Sales Sharp Electronics Indonesia, Andri Adi Utomo kepada Kontan, Minggu (19//4/2026).

Baca Juga: WINS Menilik Peluang Kenaikan Permintaan Kapal Offshore di 2026

Andri menjelaskan bahwa harga jual produk barang elektronik saat ini sudah dinaikkan hingga 5%.

Adapun produk Sharp yang sudah mengalami peningkatan harga jual yakni Air Conditioner (AC) dan LED TV. Barang elektronik tersebut naik karena harga memory chip dan tembaga yang sudah melonjak.

"(kenaikan harganya) Bervariasi untuk setiap product category di kisaran 3% sampai 5% dan inipun masih akan mengalami kenaikan lagi ke depannya (melihat kondisi)," ungkapnya.

Baca Juga: Tahan Harga Pertamax Redam Dampak Lonjakan BBM Non Subsidi? Ini Kata DPR Hingga YLKI

Meski begitu, Sharp berupaya fokus pada program-program penjualan di luar. Sharp juga akan memperbaiki pelayanan konsumen di tengah harga jual pasaran yang melonjak.

"Untuk menjaga daya beli kami menaikkan secara bertahap di mulai dari 1,5% sampai 2% di setiap 2 bulan," jelas Andri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×