kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Harga Biji Kakao Dinilai Sudah Normal, Petani Masih Hadapi Sejumlah Tantangan


Senin, 05 Januari 2026 / 19:58 WIB
Harga Biji Kakao Dinilai Sudah Normal, Petani Masih Hadapi Sejumlah Tantangan
ILUSTRASI. Kakao (Dok./Kompas). Asosiasi Petani Kakao Indonesia (APKAI) menilai harga biji kakao kering di petani kini normal Rp 50.000/Kg. Prediksi stabil industri kakao 2026.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Petani Kakao Indonesia (APKAI) menilai harga biji kakao kering di tingkat petani saat ini sudah berada pada level yang normal, setelah mengalami koreksi.

Ketua APKAI Arief Zamroni mengatakan, pada akhir 2025 kondisi industri kakao mulai bergerak ke arah yang lebih stabil. Seiring dengan itu, harga biji kakao kering juga telah terkoreksi dan kini berada di kisaran Rp 50.000 per kilogram di tingkat petani.

“Harga kakao sekarang sudah lebih rasional dan bisa dijadikan patokan. Kondisi produksi juga mulai berangsur normal,” ujar Arief kepada Kontan, (5/1/2026).

Baca Juga: Nilai Ekspor Kakao Meningkat 57,1% pada 2025, Begini Prospeknya Tahun Ini

Menurutnya, harga yang terlalu tinggi tidak dapat dijadikan acuan jangka panjang. Oleh karena itu, koreksi harga dinilai penting agar ekosistem kakao tetap berjalan seimbang, baik di sisi petani maupun industri.

Arief bilang, ia pun telah memprediksi terjadinya penurunan Harga Referensi (HR) dan Harga Patokan Ekspor (HPE) pada Januari 2026 ini. "Sudah saya prediksi, dan sudah terasa di tingkat petani," imbuhnya.

Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan, HR biji kakao periode Januari 2026 ditetapkan sebesar US$ 5.662,38/metrik ton (MT), turun sebesar 5,27% dari bulan sebelumnya.

Akibatnya, terjadi penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Januari 2026 ke level US$ 5.296/MT, turun 5,49% dari bulan Desember 2025.

Baca Juga: Harga Referensi dan Harga Patokan Ekspor Biji Kakao Turun 6% pada Desember 2025

Arief menambahkan, petani kakao masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kondisi cuaca pada awal 2026 ini yang belum sepenuhnya stabil.

"Rehabilitasi kebun, tanaman kakao yang sudah tua, serta keterbatasan sumber daya manusia yang sekarang sudah berusia tua, juga masih menjadi tantangan petani," imbuhnya.

Ke depan, pada 2026 ini, APKAI berharap program pengembangan kakao melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dapat berjalan lebih cepat dan menjangkau wilayah yang lebih luas.

Baca Juga: Pemerintah Akan Remajakan Perkebunan Kakao 248.500 Hektare, Target Rampung 2027

Saat ini, lanjut Arief, pelaksanaan program rehabilitasi dan ekstensifikasi dinilai masih relatif terpusat di wilayah tertentu. "Namun, untuk tahun 2026 ini, produksi kakao ke depan cukup menjanjikan," tandas Arief.

Selanjutnya: Deretan Film dan Serial Yang Bakal Tayang di Netflix Tahun Ini

Menarik Dibaca: Deretan Film dan Serial Yang Bakal Tayang di Netflix Tahun Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×