kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.985   72,00   0,40%
  • IDX 5.641   -2,58   -0,05%
  • KOMPAS100 727   -0,51   -0,07%
  • LQ45 552   -0,61   -0,11%
  • ISSI 197   0,30   0,15%
  • IDX30 314   -0,26   -0,08%
  • IDXHIDIV20 389   -0,39   -0,10%
  • IDX80 83   -0,09   -0,11%
  • IDXV30 107   0,26   0,24%
  • IDXQ30 102   -0,07   -0,07%

Harga daging sapi naik, pengusaha gelar unjuk rasa


Selasa, 05 Juni 2012 / 15:04 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria yang mengenakan alat pelindung diri (APD) mengkremasi tubuh korban penyakit virus corona (COVID-19). REUTERS/Navesh Chitrakar


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Ratusan massa yang mengaku berprofesi sebagai pedagang bakso, pengusaha olahan daging, ritel, hingga importir yang tergabung dalam Komite Daging Sapi DKI Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di Kementerian Pertanian hari ini (5/6). Mereka menuntut pemerintah mengambil kebijakan untuk menurunkan harga daging sapi.

Menurut peserta unjuk rasa, sekarang ini harga daging sapi melambung jauh dibandingkan harga sejak awal tahun allu. Harga daging kategori jeroan untuk bahan baku olahan bakso melonjak hingga 40,6% dari Rp 32.000 per kg menjadi Rp 45.000 per kg.

"Bahkan, dalam catatan kami ada 25.000 karyawan industri olahan daging melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya," kata Afan Nugroho, Sekretaris Komite Daging Sapi DKI Jakarta, Selasa (5/6).

Dalam aksi itu, mereka menuntut pemerintah menerbitkan tambahan kuota daging sapi impor untuk semester II sebesar 50.000 ton. Afan menilai, sisa kuota daging impor pada semester mendatang sebanyak 8.000 ton tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi hingga akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×