kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga elpiji harus naik agar Pertamina tak rugi lagi


Minggu, 27 Februari 2011 / 18:30 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat peresmian pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas).


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. PT Pertamina menderita rugi penjualan elpiji non subsidi. Bahkan, kerugian yang dialami BUMN migas ini lebih dari target yang ditetapkan. Semula, Pertamina menargetkan rugi sebesar Rp 2,5 triliun.

Namun, berdasarkan laporan keuangan Pertamina yang belum diaudit masa kinerja 2010, Pertamina harus nombok sebesar Rp 3,2 triliun untuk penjualan elpiji non subsidi.

"Kami mengalami rugi elpiji non subsidi. Jika memang tidak disetujui harga kenaikannya, kami ingin ruginya tidak lebih dari Rp 2,3 triliun pada tahun ini. Kami tidak ingin rugi terus alias break evennya nol," ujar Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan pada akhir pekan lalu.

Oleh sebab itu, penjualan elpiji non subsidi pada tahun ini bakalan menyusut dari tahun lalu. Hal ini sebagai antisipasi tidak adanya kenaikan harga elpiji non subsidi sedangkan Pertamina harus menjaga supaya tidak rugi. "Tahun ini penjualan turun hanya menjadi 900.000 metrik ton. Tahun lalu mencapai 1,127 metrik ton," lanjut Karen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×