kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Harga kedelai diproyeksi naik Rp 1.000 per kg


Rabu, 23 April 2014 / 21:45 WIB
Harga kedelai diproyeksi naik Rp 1.000 per kg
ILUSTRASI. Sederet Gejala Awal Stroke di Usia Muda yang Harus Diketahui


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Himpunan Perajin Tahu Indonesia (Hipertindo) memproyeksikan tren kenaikan harga kedelai tidak dapat dihindarkan lagi setiap tahunnya. "Rata-rata kenaikan harga kedelai dipasar internasional bisa mencapai Rp 500 per kg-Rp 1.000 per kg," kata Johanda Fadil Sekretaris Jenderal Hipertindo, Rabu (23/4).

Bahkan, pada bulan Juli mendatang Johanda memproyeksikan harga kedelai akan melambung tinggi hingga menembus Rp 10.000 per kg. Menurutnya, kenaikan harga tersebut disebabkan karena pembaruan kontrak pembelian yang terjadi setiap bulan Juni.

Sekedar gambaran saja, kebutuhan kedelai untuk pengrajin tempe dan tahu setiap bulannya mencapai 132.000 ton, atau 1,6 juta per tahun. Dengan perhitungan impor yang mampu direalisasikan pada tahun ini tersebut, maka Gakoptindo hanya menguasai kurang dari 2% dari kebutuhan kedelai bagi pengrajin tempe dan tahu.

Sebelumnya untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai, produksi perlu didorong dengan cara memberikan insentif melalui kebijakan harga di tingkat petani. Dengan begitu, para petani akan terdorong untuk menanam kedelai sehingga produksi kedelai diharapkan akan ada peningkatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×