kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Harga komoditas bikin penjualan PP London Sumatra (LSIP) tahun lalu turun 15,2%


Kamis, 28 Februari 2019 / 09:58 WIB

Harga komoditas bikin penjualan PP London Sumatra (LSIP) tahun lalu turun 15,2%


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) pada hari ini melaporkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2018 (FY2018). Dari sisi operasional, LSIP mencatat kenaikan produksi yang kuat.

Sepanjang tahun lalu produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti meningkat 18,5% yoy menjadi 1.515.537 ton.

Peningkatan produksi TBS terutama berasal dari Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan seiring implementasi manajemen panen yang lebih baik serta peningkatan kondisi dan jalan kebun secara umum.

Seiring peningkatan produksi TBS, produksi CPO pada tahun lalu meningkat 16,4% yoy menjadi 453.168 ton. Pada kuartal IV tahun lalu saja produksi TBS inti meningkat 29,6% yoy dan total produksi CPO meningkat 28,8% yoy.

Penurunan harga jual rata-rata dari produk sawit (CPO & PK) dan karet berdampak pada total penjualan dan laba Perseroan. Penjualan LSIP sepanjang tahun lalu mencapai Rp 4,02 triliun atau turun 15,2% yoy, sementara itu laba usaha dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun masing-masing sebesar 62,4% yoy dan 54,8% yoy menjadi Rp 339,7 miliar dan Rp 331,4 miliar.

Kontribusi produk sawit terhadap total penjualan mencapai 91% diikuti oleh karet sekitar 5% dan benih bibit sawit sekitar 2%. LSIP mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan total aset mencapai Rp 10 triliun dengan posisi kas sebesar Rp 1,66 triliun pada 31 Desember 2018 serta tanpa funded debt.

Benny Tjoeng, Presiden Direktur LSIP mengatakan pada tahun lalu LSIP mencatat pertumbuhan produksi yang kuat, baik produksi TBS inti dan total CPO, namun demikian perusahaan ini menghadapi penurunan harga komoditas terutama harga produk sawit dan karet yang berdampak pada kinerja Perseroan.

Harga CPO di semester kedua 2018 berada pada posisi terendah dalam kurun beberapa tahun terakhir dan sepanjang 2018 harga CPO turun 16% yoy dibandingkan tahun 2017.

"Industri perkebunan diperkirakan akan tetap kompetitif dan menantang, kami terus memperkuat posisi keuangan, fokus pada praktik-praktik agrikultur yang baik serta meraih potensi pertumbuhan sehingga dapat mendukung upaya kami untuk mengatasi tantangan-tantangan di masa depan," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (28/2)


Reporter: Andy Dwijayanto

Video Pilihan


Close [X]
×