kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga murah dituding sebagai penyebab produksi garam yang rendah


Jumat, 30 September 2011 / 16:20 WIB
ILUSTRASI. Siapa saja warga yang menolak untuk mengikuti swab test Covid-19 dapat dikenakan sanksi denda hingga Rp 7 juta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.


Reporter: Riendy Astria | Editor: Edy Can

JAKARTA. Produksi garam lokal mencapai 469.000 ton per September 2011. Jumlah produksi ini masih di bawah target tahun ini sebesar 1,4 juta ton.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menyalahkan produksi garam rendah lantaran harganya murah. "Hanya sekitar Rp 400 hingga Rp 450 seharusnya Rp 750," kata Fadel, Jumat (30/9).

Fadel menuding penyebab harga garam yang rendah karena masih beredarnya 735.000 garam impor di pasaran. Padahal, dia mengaku, pemerintah sudah melarang adanya impor garam.

Fadel mengungkapkan temuan adanya garam impor milik PT Sumatraco Langgeng Makmur. Jumlah garam itu sekitar 11.800 ton yang ditahan. Nantinya, solusinya hanya ada dua, dimusnahkan atau direekspor. "Ini masih dalam proses, kami bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai," kata Fadel.

Kemudian, Fadel menemukan importir garam yang bandel seperti PT Budiono. Dia mengatakan perusahaan itu terkenal nakal suka mengimpor garam ilegal. Menurutnya, perusahaan itu memindahkan garam dari kapal besar ke kapal kecil untuk kemudian disembunyikan ke dalam gudang. "Kami punya data lengkapnya, garam impor mereka merugikan produksi lokal," tegas Fadel.

Saat ini, KKP akan mengembangkan pugar di sembilan daerah. KKP akan mengalokasikan anggaran ke sembilan daerah untuk meningkatkan produksi garam lokal. "Saya buat pemberdayaan masyarakat untuk petani garam," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×