kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Harga Nikel Melandai, Ini Dampaknya Bagi Industri Tambang dan Smelter dalam Negeri


Kamis, 25 Januari 2024 / 13:42 WIB
Harga Nikel Melandai, Ini Dampaknya Bagi Industri Tambang dan Smelter dalam Negeri
ILUSTRASI. Bijih nikel produksi PT Aneka Tambang Tbk. REUTERS/Yusuf Ahmad/File Photo


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

Meski harga nikel melandai, bukan berarti prospek nikel dalam jangka panjang memudar.  Rizal Kasli menilai Indonesia akan merajai supply nikel dunia ke depan, bahkan diperkirakan akan melebihi 75% supply dunia dari Indonesia apabila semua smelter atau refinery selesai dibangun dan berproduksi normal.

Di sisi lain, pemanfaatan nikel juga bersifat luas tidak hanya terbatas pada satu produk saja. 

“Penggunaan nikel dibagi dua yaitu untuk stainless steel dan baterai terutama baterai kendaraan listrik,” terangnya. 

Saat ini penggunaan untuk stainless steel masih dominan dan bahkan sampai tahun 2040 dengan komposisi lebih dari 50%. Namun untuk menjaga agar manfaat yang sebesar-besarnya bisa didapat di dalam negeri tentu produksi nikel juga perlu dikontrol agar tidak terjadi over supply

Moratorium pembangunan smelter dengan teknologi pirometalurgi (RKEF)dinilai  harus dilakukan. 

Upaya ini dilakukan juga untuk menjaga keberlanjutan industri nikel nasional, di mana cadangan bijih nikel kadar tinggi sudah semakin menipis. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×