kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Nikel Melandai, Ini Dampaknya Bagi Industri Tambang dan Smelter dalam Negeri


Kamis, 25 Januari 2024 / 13:42 WIB
Harga Nikel Melandai, Ini Dampaknya Bagi Industri Tambang dan Smelter dalam Negeri
ILUSTRASI. Bijih nikel produksi PT Aneka Tambang Tbk. REUTERS/Yusuf Ahmad/File Photo


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

Meski harga nikel melandai, bukan berarti prospek nikel dalam jangka panjang memudar.  Rizal Kasli menilai Indonesia akan merajai supply nikel dunia ke depan, bahkan diperkirakan akan melebihi 75% supply dunia dari Indonesia apabila semua smelter atau refinery selesai dibangun dan berproduksi normal.

Di sisi lain, pemanfaatan nikel juga bersifat luas tidak hanya terbatas pada satu produk saja. 

“Penggunaan nikel dibagi dua yaitu untuk stainless steel dan baterai terutama baterai kendaraan listrik,” terangnya. 

Saat ini penggunaan untuk stainless steel masih dominan dan bahkan sampai tahun 2040 dengan komposisi lebih dari 50%. Namun untuk menjaga agar manfaat yang sebesar-besarnya bisa didapat di dalam negeri tentu produksi nikel juga perlu dikontrol agar tidak terjadi over supply

Moratorium pembangunan smelter dengan teknologi pirometalurgi (RKEF)dinilai  harus dilakukan. 

Upaya ini dilakukan juga untuk menjaga keberlanjutan industri nikel nasional, di mana cadangan bijih nikel kadar tinggi sudah semakin menipis. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×