Reporter: Hervin Jumar | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga pangan nasional di awal tahun 2026 terpantau relatif stabil dengan kecenderungan melemah pada sejumlah komoditas strategis. Kondisi ini sejalan dengan penilaian pedagang pasar yang menyebut pasokan pangan saat ini berada dalam kondisi aman dan jauh lebih tenang dibandingkan tahun lalu.
Data Panel Konsumen Badan Pangan Nasional per 18 Januari 2026 menunjukkan mayoritas komoditas pangan mengalami penurunan harga secara mingguan, meski tekanan masih terlihat pada kelompok beras dan sebagian protein hewani.
Di kelompok beras, pergerakan harga masih bervariasi. Beras premium tercatat turun 0,44% secara mingguan ke Rp 15.504 per kilogram. Namun, beras medium naik tipis 0,01% menjadi Rp 13.441 per kg.
Kenaikan juga terjadi pada beras khusus lokal yang naik 0,28% ke Rp 15.646 per kg. Adapun beras SPHP dan beras medium non-SPHP masing-masing terkoreksi 0,26% dan 0,20%.
Baca Juga: Bulog Stok Pangan 3X Lipat di Wilayah Bencana Sumatra, Aceh Pegang 64.889 Ton Beras
Sejumlah komoditas pangan pokok justru mengalami pelemahan harga. Jagung tingkat peternak turun 0,82% menjadi Rp 7.003 per kg, sementara kedelai biji kering impor melemah 0,29% ke Rp 10.887 per kg.
Tekanan lebih dalam terlihat pada komoditas hortikultura, khususnya bawang merah yang turun 1,32% ke Rp 42.070 per kg. Harga cabai merah besar dan cabai rawit merah masing-masing terkoreksi 1,74% dan 1,57%.
Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta, Ngadiran, menilai pergerakan harga pangan saat ini jauh lebih terkendali.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, sekarang lebih tidak bergejolak. Harga tidak naik-naik amat, bahkan beberapa komoditas turun,” katanya kepada Kontan, Minggu (18/1/2026).
Pada kelompok protein hewani, tren harga bergerak tidak seragam. Daging ayam ras turun 0,42% ke Rp 39.009 per kg dan telur ayam ras melemah 0,56% menjadi Rp 30.824 per kg.
Baca Juga: Kuota Impor Gula, Daging, dan Garam di 2026 Cerminkan Produksi Lokal Belum Maksimal
Sebaliknya, harga daging sapi murni justru naik 0,37% ke Rp 136.434 per kg. Daging kerbau beku impor juga naik 0,66% menjadi Rp 109.225 per kg, sementara daging kerbau segar lokal turun cukup dalam sebesar 0,86%.
Harga pangan olahan dan kebutuhan rumah tangga relatif terkendali. Gula konsumsi turun 0,16% menjadi Rp 18.080 per kg, minyak goreng kemasan melemah 0,29% ke Rp 20.859 per liter, dan Minyakita turun 0,39% ke Rp 17.660 per liter. Tepung terigu, baik curah maupun kemasan, masing-masing turun 0,28% dan 0,43%.
Sementara itu, komoditas perikanan bergerak stabil dengan fluktuasi terbatas. Ikan kembung naik tipis 0,06% menjadi Rp 43.876 per kg, sedangkan ikan tongkol dan bandeng masing-masing turun 0,65% dan 0,19%.
Stabilnya harga pangan di awal 2026 ini mengindikasikan tekanan inflasi pangan masih terjaga. Namun, volatilitas harga beras dan daging sapi tetap menjadi catatan, terutama menjelang periode konsumsi yang berpotensi meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
Selanjutnya: Korban Penumpang Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang Gunung Bulusaraung
Menarik Dibaca: 10 Manfaat Konsumsi Tape Singkong untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
