kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Harga Pertamax Turbo, Dexlite, Dex Melonjak, Ini Penjelasan Pertamina


Minggu, 19 April 2026 / 06:58 WIB
Harga Pertamax Turbo, Dexlite, Dex Melonjak, Ini Penjelasan Pertamina
ILUSTRASI. Pertamina kerek harga BBM Non-subsidi kecuali Pertamax 92


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina telah resmi menaikkan harga tiga produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi atau Jenis Bahan bakar Umum (JBU). Kenaikan harga terhitung pada 18 April 2026 pukul 00.01 WIB.

Tiga jenis produk BBM yang dikerek harganya adalah Pertamax Turbo menjadi Rp 19.850 per liter, Dexlite menjadi Rp 24.150 per liter dan Dex menjadi Rp 24.450 per liter.

Sementara harga Pertamax dengan Research Octane Number (RON) 92 tetap di Rp 12.600 per liter. Begitu juga harga Pertamax Green 95 tetap di Rp 12.900 per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengungkapkan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi ini mengacu pada Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Beleid ini mengatur tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran JBU jenis bensin dan minyak solar.

Baca Juga: Dharma Polimetal (DRMA) Siapkan Capex Rp 400 Miliar di 2026

Baron menegaskan, keputusan penyesuaian harga hanya berlaku pada Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.

"Sedangkan harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap, agar kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga," kata Baron saat dihubungi Kontan.co.id, Sabtu (18/4/2026).

Baron menambahkan, Pertamina terus memonitor dinamika harga minyak dunia dan berkoordinasi intensif dengan Pemerintah untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×