kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Harga Plastik Naik, Inaplas Imbau Masyarakat Mulai Diet Plastik


Rabu, 15 April 2026 / 13:41 WIB
Harga Plastik Naik, Inaplas Imbau Masyarakat Mulai Diet Plastik
ILUSTRASI. AKSI DIET KANTONG PLASTIK (ANTARAFOTO/Lucky.R)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan harga plastik yang terjadi di pasar global mulai mendorong imbauan pengurangan konsumsi di tingkat masyarakat. 

Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) meminta masyarakat melakukan “diet plastik” sebagai langkah penyesuaian di tengah tekanan pasokan dan kenaikan harga bahan baku.

Sekretaris Jenderal Inaplas, Fajar Budiono, mengatakan kondisi pasar saat ini membuat keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan plastik perlu dijaga. 

Baca Juga: Skrining Kesehatan Sejak Dini Semakin Penting, Ini Alasannya

Menurutnya, penggunaan plastik yang berlebihan perlu dikurangi agar tidak semakin menekan rantai pasok industri.

“Gunakan plastik secukupnya saja, jangan berlebihan. Kita harus diet plastik,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026). 

Fajar menjelaskan, gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang, bahkan dapat mencapai 6–12 bulan ke depan. 

Kondisi ini membuat industri harus mencari sumber alternatif dari Asia dan Amerika untuk menjaga ketersediaan bahan baku.

“Pilihan pasokan sekarang hanya ada di Asia dan Amerika. Kita harus menyesuaikan agar kebutuhan tetap terpenuhi,” katanya.

Lebih lanjut, tekanan pasokan tersebut berpotensi memengaruhi harga di berbagai lini, termasuk produk berbasis plastik yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat.

Di sisi lain, Inaplas juga mendorong pemerintah memberikan dukungan terhadap industri daur ulang plastik melalui insentif, guna memperkuat ketersediaan bahan baku dalam negeri di tengah gejolak global.

Baca Juga: Label Nutri-Level Belum Wajib, Pemerintah Beri Masa Transisi 2 Tahun

“Yang kami harapkan dari pemerintah adalah insentif, terutama untuk industri daur ulang plastik, supaya bisa membantu menjaga pasokan bahan baku di tengah kondisi seperti ini,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×