kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harga Porsche di Indonesia segera naik 10%


Jumat, 21 Agustus 2015 / 20:18 WIB
Harga Porsche di Indonesia segera naik 10%


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kebijakan pemerintah menaikkan bea masuk impor berdampak bagi importir mobil completely built up (CBU).

PT Eurokars Artha Utama, agen pemegang merek Porsche di Indonesia akan menaikkan harga jual 10% di Semester II 2015.

Salman Hakim, Public and Media Relation Manager PT Eurokars Artha Utama, mengatakan kenaikan harga jual ini memang tak terhindarkan lagi seiring naikkan bea masuk impor mobil jadi dari 40% menjadi 50%.

“Jadi kemungkinan harga jual akan segera kami naikkan kurang lebih 10% juga,” kata Salman, Rabu (12/8).

Sayangnya Salman menolak menyebut harga resmi berbagai produk Porsche di Indonesia.

Sebab pihak principal melakukan kebijakan penjualan di seluruh dunia secara privat.

Konsumen di Indonesia yang tertarik melakukan pemesanan PT Eurokars Artha Utama berikut spesifikasi yang diinginkan.

“Setelah disetujui, mobil dengan spesifikasi yang diinginkan customer baru diimpor ke Indonesia. Kami tidak pernah melakukan penjualan di depan publik dan menampilkan harga di display,” ujar Salman.

Salman menegaskan bahwa jumlah mobil Porsche di Indonesia sebetulnya sudah mencapai ribuan unit.

Namun ada juga customer yang membeli mobil Porsche melalui importir umum, tidak melalui PT Eurokars Artha Utama selaku APM Porsche.

Mengenai jumlah penjualan Semester I 2015 maupun target akhir 2015, Salman menolak mengungkapkan.

Namun Ia mengakui bahwa ada kemungkinan penurunan penjualan akibat harga jual yang naik.

“Semula kami targetkan 20% - 30% di akhir tahun ini dibanding 2014. Tapi melihat situasi saat ini, kemungkinan itu susah. Tapi kami yakin pasti akan tetap ada yang beli produk kami,” pungkas Salman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×