kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Harga rumah seken akan terus turun hingga Semester I 2019


Sabtu, 01 Desember 2018 / 10:01 WIB
Harga rumah seken akan terus turun hingga Semester I 2019
ILUSTRASI. Agen Properti


Reporter: Denita BR Matondang | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga rumah seken diprediksi akan terus terkoreksi hingga semester I tahun 2019. Pasalnya, momen pilpres 2019, ajaran baru pendidikan dan masa lebaran menjadi faktornya.

Hal ini disampaikan oleh President Director ERA Indonesia Darmadi Darmawangsa saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (30/11). Darmadi memandang para pengembang, investor, dan end user menunda pembelian sambil mengamati situasi ekonomi dan politik tahun 2019.

Sepanjang tahun 2018 ini, harga rumah seken terkoreksi sampai 20%. Darmadi menilai koreksi juga terjadi karena minat beli masyarakat rendah, terutama kelas menengah. Pendapatan masyarakat menengah tidak dapat menjangkau harga yang ditawarkan broker.

"Hunian apartemen itu ada yang harga Rp 250-300 juta dengan cicilan Rp 5 juta per bulan. Misalkan sepasang suami-istri bergaji Rp 10 juta maka 1/3 gaji mereka membayar cicilan, belum lagi biaya makan, transportasi, pendidikan. Ya enggak bisalah mereka beli, " kata Darmadi.

Dia berharap pemerintah segera bekerja para pengembang besar menyasar kalangan menengah. Apalagi, pemerintah mewacanakan agar 700 pegawai negeri sipi (PNS) memiliki rumah.

Di sisi lain, Darmadi menilai, harga rumah seken tahun ini lebih kuat dibandingkan empat atau enam tahun lalu. Sebab, tahun 2009 sampai tahun 2012, para broker sangat agresif membeli properti dengan nilai tinggi.

Dengan asumsi harga properti akan terus meningkat. Faktanya, bisnis properti semakin lesu dan bersaing.

"Pasar primer terjebak over supply dan pricing yang tinggi. Mau tidak mau pasar sekunder yang berjalan," kata Darmadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×