kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Harga Sulfur Melambung, Begini Dampaknya Bagi Proyek HPAL Milik Vale Indonesia (INCO)


Minggu, 26 April 2026 / 10:09 WIB
Harga Sulfur Melambung, Begini Dampaknya Bagi Proyek HPAL Milik Vale Indonesia (INCO)
ILUSTRASI. Kenaikan harga sulfur global jadi perhatian smelter nikel. PT Vale Indonesia terus memantau, adakah peluang efisiensi baru untuk proyek HPAL? (Dok/INCO)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan harga sulfur global mulai menjadi perhatian bagi pelaku industri smelter nikel di tanah air, terutama bagi proyek yang mengadopsi teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL). PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pun mulai mencermati dinamika ini guna memastikan efisiensi pada proyek-proyek masa depannya.

Head of Communications PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum, menyatakan perusahaan terus memantau pergerakan harga asam sulfat yang merupakan komponen krusial dalam ekosistem hilirisasi nikel berbasis HPAL. Namun, operasional eksisting INCO saat ini masih belum terdampak secara langsung oleh fluktuasi tersebut.

"Penting untuk dipahami bahwa operasional utama kami saat ini di Sorowako menggunakan teknologi RKEF yang berbasis termal (panas), sehingga belum ada ketergantungan terhadap asam sulfat dalam proses produksi saat ini. Namun, untuk proyek pengembangan masa depan berbasis HPAL yang sedang kami kembangkan bersama mitra, fluktuasi ini tentu menjadi perhatian dalam perencanaan biaya operasional kami," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (24/4/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, emiten tambang nikel ini berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan para mitra strategis. Langkah ini dilakukan agar struktur biaya pada proyek-proyek baru tetap terjaga di tengah ketidakpastian harga komoditas penolong.

Baca Juga: Kementerian ESDM Matangkan Uji Coba Bobibos, Pemerintah Prioritaskan Keamanan

"PT Vale bersama mitra strategis akan melakukan kajian mendalam terhadap efisiensi operasional untuk proyek HPAL yang sedang kami kembangkan. Namun, kami optimistis bahwa perencanaan bisnis tetap adaptif terhadap perubahan struktur biaya bahan baku," lanjut Vanda.

Vanda mengungkapkan, untuk memitigasi risiko pembengkakan biaya operasional di masa mendatang, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Menurutnya, fokus perusahaan terletak pada penguatan manajemen internal dan kepastian arus pasok bahan baku agar target produksi tetap kompetitif.

"Dalam menghadapi fluktuasi harga asam sulfat, perusahaan menerapkan strategi mitigasi melalui penguatan disiplin biaya di seluruh lini operasional dan optimalisasi manajemen rantai pasok guna memastikan kepastian pasokan serta stabilitas harga," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×