kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hari terakhir registrasi, ATSI tetap ajak daftarkan nomor ponsel


Rabu, 28 Februari 2018 / 20:11 WIB
Hari terakhir registrasi, ATSI tetap ajak daftarkan nomor ponsel
ILUSTRASI. Registrasi kartu telekomunikasi prabayar

Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Peyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) pada hari ini bakal menyampaikan pemberitahuan kepada seluruh pengguna telepon selular tentang batas waktu registrasi.

Hal itu disampaikan oleh Sutrisman, Direktur Eksekutif ATSI dalam konferensi pers terkait hari terakhir registrasi kartu prabayar di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rabu (28/2).


"Mulai tanggal 28 Februari nanti malam, operator akan mengirimkan pemberitahuan kepada seluruh pengguna seluler terutama tentang batas waktu registrasi. Tentu kita akan menindaklanjuti apa yang sudah ditetapkan oleh peraturan menteri mengenai blokir secara bertahap," ungkap Sutrisman.

Dia menjelaskan, dalam proses registrasi kartu prabayar, para operator secara rutin menyampaikan laporan kepada Kominfo terkait progress pelaksanaan registrasi, termasuk jumlah pelanggan yang telah melakukan.

Catatan ATSI, dari total 376 juta jumlah kartu prabayar yang aktif, sudah ada sekitar 305 juta kartu yang teregistrasi.

Sutrisman merinci, dari Telkomsel ada sekitar 142 juta kartu yang sudah teregistrasi, sementara Indosat mencapai 101 juta kartu.

Adapun XL Axiata dan Smartfren masing-masing mencapai sekitar 42 juta dan 13 juta kartu yang sudah teregistrasi.

Di sisi lain, Hutchison Tri Indonesia memiliki hingga 5,8 juta kartu yang sudah teregistrasi. Terakhir, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia mencatatkan angka mencapai hampir 9.000 nomor yang sudah teregistrasi.

Sutrisman bilang, semua operator bakal terus melakukan sosialisasi melalui sms blast maupun media sosial sampai batas akhir pemblokiran selesai.

"Saya optimis karena semua operator terus melakukan sosialisasi melalui sms blast, media sosial, dan sebagainya. Itu akan berhasil. Kalau soal persentasenya kan tinggal sedikit lagi, yaitu 305 juta dari 376 juta," imbuhnya. 




TERBARU

Close [X]
×