kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.784   -1,00   -0,01%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Hatten Bali (WINE) Siapkan Capex Rp 26 Miliar, Begini Prospek Akhir Tahun 2025


Selasa, 28 Oktober 2025 / 16:43 WIB
Hatten Bali (WINE) Siapkan Capex Rp 26 Miliar, Begini Prospek Akhir Tahun 2025
ILUSTRASI. Produk olahan anggur PT Hatten Bali Tbk (WINE) di Buleleng, Bali.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Hatten Bali Tbk (WINE) tetap melanjutkan ekspansi dan efisiensi di tengah kinerja yang masih moderat hingga kuartal III-2025. 

Emiten produsen wine lokal ini menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 26 miliar tahun ini untuk memperkuat kapasitas produksi dan mendukung efisiensi operasional.

Direktur Keuangan WINE, Ketut Sumarwan, mengatakan, realisasi capex berjalan sesuai rencana hingga kuartal III-2025.

Dana tersebut difokuskan untuk pemeliharaan fasilitas gudang, penambahan armada distribusi, serta pengadaan mesin pendukung produksi. 

Baca Juga: Laba Bersih Hatten Bali (WINE) Terpantau Menyusut hingga Kuartal III-2025

“Sebagian alokasi investasi akan dilanjutkan pada kuartal IV, seiring peningkatan aktivitas produksi dan distribusi menjelang akhir tahun,” ujar Ketut kepada Kontan, Selasa (28/10/2025).

WINE berharap momentum libur Natal dan Tahun Baru dapat menjadi katalis positif bagi peningkatan penjualan di penghujung tahun.

 

Sektor pariwisata dan hospitality yang menjadi tulang punggung permintaan produk WINE diproyeksikan kembali menggeliat setelah sempat terganggu oleh bencana banjir di Bali pada September lalu.

Adapun hingga September 2025, WINE mencatatkan pendapatan Rp 215,57 miliar, naik 2,86% secara tahunan (year-on-year/YoY). Namun, beban produksi dan penjualan yang meningkat membuat laba bersih terkoreksi 12,72% YoY menjadi Rp 32,81 miliar.

Ketut menuturkan, tantangan utama yang dihadapi WINE hingga akhir tahun adalah persaingan ketat dengan produk impor, terlebih di tengah kondisi perang tarif global yang membuat Indonesia menjadi pasar alternatif bagi sejumlah negara.

Baca Juga: Penjualan Naik, Hatten Bali (WINE) Optimistis Raup Rp 324 Miliar pada 2025

“Meski kompetisi meningkat, kami optimistis dapat menjaga bahkan meningkatkan pangsa pasar karena produk kami sudah dikenal luas di segmen hotel, restoran, kafe, klub, dan retail outlet, terutama di Bali,” ungkap Ketut.

Selain memperkuat posisi di pasar utama, perusahaan juga melihat peluang ekspansi di luar Bali yang belum tergarap maksimal.

WINE akan melanjutkan strategi branding dan perluasan distribusi untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar domestik. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×