kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45949,77   2,75   0.29%
  • EMAS930.000 -0,85%
  • RD.SAHAM 0.64%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

HBA Desember turun jadi US$ 159,79 per ton, berikut faktor pendorongnya


Rabu, 08 Desember 2021 / 20:16 WIB
HBA Desember turun jadi US$ 159,79 per ton, berikut faktor pendorongnya
ILUSTRASI. Kementerian ESDM menetapkan HBA bulan Desember sebesar US$ 159,79 per ton.

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Batubara Acuan (HBA) turun pada bulan ini. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan, HBA bulan Desember sebesar US$ 159,79 per ton.

Jumlah itu turun US$ 55,22 per ton dibandingkan dengan HBA bulan November 2021 lalu yang mencapai US$ 215,01 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menerangkan, penurunan HBA dipengaruhi oleh intervensi kebijakan pemerintah China dalam menjaga kebutuhan batubara domestik mereka.

“Pemerintah Tiongkok telah meningkatkan produksi batubara dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang berdampak pada meningkatnya stok batubara domestik Tiongkok serta kebijakan pengaturan harga batubara oleh pemerintah setempat,” ujar Agung.

Faktor lainnya yang juga turut mendorong penurunan HBA adalah adanya peralihan pengunaan karena masih berlangsungnya krisis energi. Agung bilang, fenomena krisis energi yang masih berlangsung ini diikuti oleh merangkaknya komoditas energi fosil di luar batubara.

Baca Juga: Ikhtiar PLN capai net zero emission di tahun 2060

“Peralihan penggunaan batubara global akibat melonjaknya harga gas dan minyak bumi mulai ter-recovery," jelas Agung.

Seperti diketahui, HBA merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal per kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0,8%, dan Ash 15%.

Pergerakan HBA dipengaruhi oleh 2 faktor turunan, yaitu faktor turunan suplai dipengaruhi oleh cuaca, teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Selain itu, faktor turunan demand yang dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.

Baca Juga: Sepanjang 11 bulan pertama 2021, China impor batubara 292,32 juta ton

Sebelumnya, HBA terus mengalami kenaikan di  hampir sepanjang tahun 2021 ini. Setelah dibuka pada level US$ 75,84 per ton di Januari, HBA mengalami kenaikan pada bulan Februari US$ 87,79 per ton lalu sempat turun di Maret US$ 84,47 per ton.

Pada perkembangan selanjutnya, HBA terus mengalami kenaikan secara beruntun hingga bulan November 2021. Perincian harganya yakni sebesar US$ 86,68 per ton di April, US$ 89,74 per ton di Mei, US$ 100,33 per ton di Juni, US$ 115,35 per ton di Juli, US$ 130,99 per ton di Agustus, US$ 150,03 per ton di September, US$ 161,63 per ton di Oktober, dan US$ 215,01 per ton pada November.

Selanjutnya: Mobil hybrid masih mendominasi segmen kendaraan elektrifikasi Toyota

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Kiat Penyusunan Business Plan yang efektif Strategic B2B Selling in Challenging Time

[X]
×